Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non-Empiris Vol. 4, No. 1, 2018. Hal. 33-41 JIPP 33 PENGGUNAAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DALAM PENGEMBANGAN ALAT UKUR TRAIT EMOTIONAL INTELLIGENCE QUESTIONNAIRE-SHORT FORM (TEIQUE-SF) Yulistin Tresnawaty a Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA a yulistin_tresnawaty@uhamka.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian validitas konstruk salah satu alat ukur yang mengukur kecerdasan emosional, yaitu Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQUE-SF) yang dikembangkan oleh Petrides et all (2001, 2003, 2009) sejumlah 30 item dan telah diadaptasikan kedalam Bahasa Indonesia oleh Tresnawaty (2014). TEIQUE-SF yang telah dikembangkan oleh Petrides et all (2009) ini terdiri dari empat dimensi utama dan dua dimensi tambahan. Empat dimensi utama nya terdiri dari dimensi well being, self control, sociability, dan emotionality. Sedangkan dua dimensi tambahannya adalah adaptability dan self motivation. Pengujian validitas konstruk ini dianalisis dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan lisrel 8.70. Tujuan dari menggunakan metode CFA adalah untuk mengkonfirmasi apakah benar 30 item yang terdapat pada TEIQUE-SF dan telah diadaptasikan hanya mengukur model satu faktor (fit), yang berarti bahwa semua item pada tiap-tiap dimensi mengukur hanya satu dimensi yang didefinisikan dalam alat ukur tersebut. Hasil penelitian model fit menunjukkan bahwa terdapat 19 item yang valid mengukur emotional intelligence (EI). Kata Kunci: Emotional, Intelligence, Teique-sf, Confirmatory Factor Analysis (CFA) Latar Belakang Setiap manusia memiliki berbagai macam cara dalam mengelola emosi. Proses pengelolaan emosi ini juga tergantung dengan sumber daya manusia itu sendiri. Kemampuan manusia dalam mengelola emosi biasanya sering disebut dengan kecerdasan emosi atau emotional Intelligence (EI). Emotional Intelligence merupakan kemampuan untuk menerima, mengendalikan, dan mengelola semua bentuk emosi. Bahkan, Salovey dalam Goleman (2007) menyebutkan bahwa terdapat lima kemampuan yang harus dimiliki apabila individu dikatakan memiliki emotional intelligence yang baik, yaitu : kemampuan individu dalam mengenali emosi diri, kemampuan individu dalam mengelola emosi, kemampuan individu dalam memotivasi diri sendiri, kemampuan individu dalam mengenali emosi orang lain, dan kemampuan individu dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain atau dapat dikatakan bahwa emotional intelligence merupakan kemampuan individu dalam mengenali perasaan diri sendiri dan menilai bagaimana dampak terhadap tingkah laku kita sendiri (kesadaran diri), artinya individu memahami apa yang dirasakan dan dilakukan serta bagaimana dampak setelahnya. Emotional Intelligence atau kecerdasan emosi merupakan gabungan dari dua suku kata, yaitu