Anshari, dkk. Analisa Pengukuran Tingkat Kebisingan Sepeda Motor Berdasarkan Rpm, Jumlah Kendaraan | 7 Jurnal Elemen Volume 5 Nomor 1, Juni 2018 ISSN 2442-4471 (cetak) ISSN 2581-2661 (online) ANALISA PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN SEPEDA MOTOR BERDASARKAN RPM DAN JUMLAH KENDARAAN M. Husin Anshari 1 , Kurnia Dwi Artika 2 , Anton Kuswoyo 3 1,2,3) Jurusan Mesin Otomotif, Politeknik Negeri Tanah Laut 1) Email: kurnia.2a@politala.ac.id Naskah diterima: 7 Mei 2018 ; Naskah disetujui: 16 Juni 2018 ABSTRAK Kebisingan adalah salah satu penyebab terganggunya suatu kegiatan yang dapat merusak pendengaran. Banyak yang menyebabkan kebisingan, namun pada kendaraan bermotor terutama pada kendaraan ringan biasanya penyebab kebisingan yaitu pada tingginya suara yang dihasilkan pada gas buang yaitu pada knalpot maupun tingginya putaran mesin. Penelitian ini menggunakan data sampling dengan jumlah kendaraan dengan variasi tingkat Rpm. Sampel diambil sebanyak 10 kali dari tiap pengukuran dengan jumlah kendaraan paling sedikit 1 buah dan paling banyak sebanyak 4 buah, serta tingkat Rpm yang berbeda-beda paling rendah yaitu 1000 Rpm dan paling tinggi 3000 Rpm. Hasil Penelitian ini memberikan gambaran tingkat kebisingan bagi pekerja agar dapat sesuai dengan waktu pemaparan untuk tingkat kebisingan agar tidak mengganggu dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kenaikan persentase tiap jumlah kendaraan meningkat sebesar 1.7 % sedangkan pada tingkat Rpm naik sebesar21%. Kata Kunci: Kebisingan, rpm, sepeda motor, waktu PENDAHULUAN Dimasa ini banyak produsen alat transportasi yang semakin meningkatkan kualitas maupun kuantintas produk yang dipasarkan agar dapat semakin nyaman dan efesien dan dari tahun ke tahun kendaraan berinovasi agar suara yang dihasilkan semakin halus (mengurangi kebisingan pada kendaraan ringan). Hal ini dapat dilihat dari besarnya tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang menembus angka 15% per tahun atau 7,9 juta kendaraan per tahun [1]. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi tidak hanya didukung oleh jumlah penduduknya Indonesia yang besar (240 juta), akan tetapi juga didukung oleh karakteristik orang Indonesia yang senang berganti-ganti kendaraan untuk menunjukkan eksistensi dan gengsi mereka di masyarakat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencatat dimana pertumbuhan kendaraan bermotor pada tahun 2012 sebanyak 12%. Sedangkan pertumbuhan jalan nasional kurang dari 3% per tahun [2]. Data penjualan kendaraan bermotor bulan Juni tahun 2016 menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis penjualan kendaraan bermotor PT. Astra Honda Motor (AHM) menguasai penjualan di Indonesia sebanyak 73.24 % atau sebanyak 308.019 unit dari penjualan merk Yamaha dengan penjualan 127.224 Unit, Kawasaki dengan 7.780 Unit, Dan Suzuki 3.780 Unit. Kebisingan adalah salah satu penyebab terganggunya suatu kegiatan yang dapat merusak pendengeran. Banyak yang menyebabkan kebisingan, namun pada kendaraan bermotor terutama pada kendaraan ringan biasanya penyebab kebisingan yaitu pada tingginya suara yang dihasilkan pada gas buang yaitu pada knalpot maupun tingginya putaran mesin. Menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 7 tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan bermotor pada kategori sepeda motor 80 cc masimal 85 dB pada tahap 1 dan 77 dB pada tahap 2, dan 80 cc sampai 175 cc pada maksimal 90 dB tahap 1 dan 80 dB pada tahap 2, serta diatas 175 cc pada maksimal 90 dB tahap 1 dan 83 dB pada tahap 2 [3]. Dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 tahun 2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja yaitu 24 jam pemaparan perhari pada 80 dB, 16 jam pemaparan perhari pada 82 dB, 8 jam pemaparan perhari pada 85 dB, 4 jam pemaparan perhari pada 88 dB, 2 jam pemaparan perhari pada 91 dB, dan 1 jam pemaparan perhari pada 94 dB [4]. Nilai Ambang Batas ini akan digunakan sebagai (pedoman) rekomendasi pada praktek higene perusahaan dalam melakukan penata laksanaan lingkungan kerja sebagai upaya untuk mencegah dampaknya terhadap kesehatan. Dari latar