JNTETI, Vol. 6, No. 3, Agustus 2017 1 Mahasiswa, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl.Prof.H.Soedarto, S.H., Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275 INDONESIA (tlp: (024)-7460012; fax: (024)-7460012; e-mail: afriansyahfaizal@gmail.com) 2, 3 Dosen, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl.Prof.H.Soedarto, S.H., Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275 INDONESIA (tlp: (024)-7460012; fax: (024)-7460012; e-mail: mmsomantri@live.undip.ac.id, munawar@elektro.undip.ac.id) Sistem Load Balancing Menggunakan Least Time First Byte dan Multi Agent System Muhammad Faizal Afriansyah 1 , Maman Somantri 2 , Munawar Agus Riyadi 3 Abstract—Network activity has increased in every year due to rapid growth of internet users. This phenomenon eventually increases the load server. The high load on server makes server down. The proposed system to handle the issue is using Least Time First-Byte algorithm and multi-agent system in distributed load balancing. The agent collects information resources on the backend servers and communicates with the agents. The Least Time First-Byte algorithm is then combined with the information resources from the agent, called as Least Time First Byte with Multi Agent System (LFB-MAS). The simulation results show that LFB-MAS performs load balance efficiently to all server and provides better performance. The LFB-MAS can process 100% from the 1,800 requests, whereas WLC algorithm is only capable of processing 74.50% from 1,800 requests and LFB without agent is only capable of processing 75.61% from 1,800 requests. The results prove that LFB-MAS can handle high tasks or requests and is reliable. Intisari—Lalu lintas jaringan meningkat setiap tahunnya dikarenakan cepatnya peningkatan pengguna internet. Hal ini dapat meningkatkan beban kerja server. Beban yang tinggi pada server akan menyebabkan server menjadi down. Metode yang diajukan untuk menangani masalah tersebut adalah dengan load balancing terdistribusi menggunakan algoritme least time first- byte dan multi agent system. Agent akan mengumpulkan informasi dan dapat berkomunikasi antar agent sesuai tugas yang diberikan. Metode load balancing yang diajukan dapat disebut dengan Least Time First Byte with Multi Agent System (LFB-MAS). Berdasarkan data yang diperoleh pada hasil pengujian, metode WLC hanya mampu memproses sekitar 74,50% dari 1.800 request dan LFB tanpa menggunakan agent hanya mampu memproses 75,61% dari 1.800 request. Metode LFB-MAS dapat memproses 100% dari semua request atau 1.800 request yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa LFB- MAS dapat melakukan sistem load balancing dengan efisien ke seluruh server backend yang tersedia dengan hasil yang lebih baik, tidak ada bottleneck, low risk server overload, dan andal. Kata Kunci-- Andal, server, JADE, multi agent system, load balancing. I. PENDAHULUAN Server menjadi hal yang sangat penting dan diperlukan pada era teknologi saat ini. Server menjadi pusat pelayanan dari seluruh pengguna. Server itu sendiri merupakan sebuah sistem komputer dengan spesifikasi sumber daya yang sangat tinggi daripada komputer umumnya dan bertugas menyediakan jenis layanan tertentu serta pengolah data yang sangat kompleks dan besar. Semakin banyak pengguna, maka semakin kompleks juga infrastruktur server yang dibangun. Infrastruktur server yang dibangun harus dapat menampung sejumlah request yang datang dari para penggunanya. Load server akan tinggi seiring dengan banyaknya penggunaan layanan yang disediakan oleh server. Beban server yang tinggi mengakibatkan kecepatan proses menurun dan bisa membuat server berhenti bekerja. Berdasarkan masalah tersebut, diperlukan teknologi yang sesuai untuk dapat mengatasi permasalahan ini. Sistem terdistribusi digunakan dalam infrastruktur untuk mendistribusikan sejumlah request yang masuk dari pengguna kepada server-server untuk diproses. Selain sistem terdistribusi, untuk dapat menangani masalah tersebut secara andal dapat ditambahkan sebuah mekanisme load balancing. Load balancing secara terdistribusi banyak dipraktekkan oleh sejumlah ilmuwan [1]-- [4]. Load balancing mutlak diperlukan untuk meningkatkan reliabilitas sebuah layanan dengan banyaknya pengguna dengan skala besar. Pada sistem terdistribusi, load balancing merupakan sebuah metode untuk membagi beban secara merata di semua unit komponen (server) [5]. Load balancing sangat dibutuhkan pada proses skala besar. Mekanisme pada load balancing adalah mendistribusikan sumber daya (resources) untuk setiap permintaan pelanggan (pengguna) pada server, sehingga tidak ada node server yang overload atau tetap idle. Mekanisme load balancing dapat dikombinasikan dengan multi agent system. Load balancing yang berfokus pada lingkungan cloud computing dengan menggunakan agent telah dianalisis pada sebuah penelitian [6]. Metode load balancing menggunakan multi agent system dapat menciptakan sistem yang andal dan efisien. Multi agent system merupakan sebuah perangkat lunak berbasis sistem terdistribusi menggunakan agent dengan kemampuan khusus dan autonomous (mandiri) pada sebuah jaringan [3]. Software agent akan terus-menerus melakukan tugas yang telah diberikan oleh pengguna dalam lingkungan khusus [7]. Agent memiliki kemampuan atau karateristik seperti kooperatif, mandiri, dapat berkomunikasi antar agent, dan bergerak (mobile) [8]. Agent dapat berpindah dari satu node ke node yang lain dengan bebas sesuai dengan tugas yang diberikan. Desain mekanisme load balancing menggunakan algoritme Least Time First Byte dan Multi Agent System (LFB-MAS) secara terdistribusi dibahas pada makalah ini. Agent bergerak ini memonitor keadaan resources dari server backend. Para agent berkomunikasi melalui node server dalam kelompok Muhammad Faizal Afriansyah: Sistem Load Balancing Menggunakan ... ISSN 2301 - 4156 291