CLINICAL PRACTICE 79 Acta Med Indones - Indones J Intern Med Vol 49 • Number 1 • January 2017 Recent Management of Patients with Advanced Epidermal Growth Factor Receptor Mutation Non-small Cell Lung Cancer: Role of Afatinib and Lesson Learned for Developing Countries Zulkifi Amin, Vito F. Jayalie, Wulyo Rajabto Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia - Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Corresponding Author: Zulkifi Amin, MD., PhD. Division of Respirology and Critical Illness, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia - Cipto Mangunkusumo Hospital. Jl. Diponegoro 71, Jakarta 10430, Indonesia. email: zulkifiamin52@gmail.com. ABSTRAK Kanker paru merupakan penyakit yang merugikan di dunia dengan angka insidensi, mortalitas dan morbiditas yang tinggi khususnya di negara berkembang. Pengobatan konvensional menggunakan kemoterapi sitotoksik memiliki kelemahan seperti kemungkinan resistensi dan toksisitas dari obat. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Tyrosine Kinase Inhibitor generasi pertama, Geftinib dan Erlotinib dan Tyrosine Kinase Inhibitor generasi kedua terbaru, Afatinib, memiliki potensi untuk menjadi pilihan pengobatan kanker paru bukan sel kecil (non-small cell lung cancer) metastatik/ lanjut EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor) mutasi positif. Obat ini bekerja melalui ikatan yang ireversibel pada EGFR sehingga dapat menginaktivasi reseptor tirosin kinase. Beberapa studi menunjukkan bahwa Afatinib lini pertama dapat memperlama masa bebas progresivitas penyakit dan kontrol terhadap penyakit, serta dapat menjadi alternatif bagi pasien yang intoleran terhadap Geftinib dan erlotinib. Di Indonesia, era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah terlaksana dan JKN menanggung penuh pengobatan kanker, termasuk TKI generasi pertama, Geftinib dan Erlotinib, terhadap pasien-pasien kanker paru bukan sel kecil EGFR mutasi positif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Afatinib sebagai salah satu TKI generasi kedua terbaru, bisa juga diberikan sebagai alternatif apabila telah ditanggung JKN di masa datang. Akan tetapi, penilaian juga perlu dilakukan khususnya untuk mengetahui efektivitas dan efek samping yang dapat muncul pada pasien-pasien di negara-negara berkembang. Kata kunci: kanker paru bukan sel kecil metastasis/ lanjut, EGFR mutasi positif, Afatinib. ABSTRACT Lung cancer is a devastating disease with a high incidence, mortality and morbidity rate, especially in developing countries. Conventional treatment with cytotoxic chemotherapy has some limitations attributed to chemoresistance and toxicity. Recent advances have shown that frst generation Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI), Geftinib and Erlotinib, and the newest available second generation Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI), Afatinib, have the potential to be an option in the management of patients with epidermal growth factor receptor/ EGFR mutation positive advanced/ metastatic non-small cell lung cancer. Afatinib works by binding to EGFR irreversibly, thus inactivating the tyrosine kinase receptor. Some studies demostrated that Afatinib frst-line may result in longer progression free survival (PFS) and better disease control, and as an alternative for patients who intolerance to Geftinib or Erlotinib. In Indonesia, the era of National Health Insurance has been implemented