Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 2 Nomor 1, 2018 ISSN : 2614-2147 http://jurnal.utu.ac.id/jbkan 118 PERANAN SEKTOR BASIS TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN NAGAN RAYA SETELAH TSUNAMI Yenny Ertika Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teuku Umar, Meulaboh Email : yenniertika@utu.ac.id Abstrak This research aims to determine the role of the potential sector in Nagan Raya District after the tsunami. Using Loqation Quetiont (LQ) and Typology Klassen. The purpose of this research is to know the potential sectors and the sectors that have comparative and competitive advantages and growth of each sector. This research uses secondary data in the form of data of gross regional domestic product (GRDP) on constant price according to business field. The scope of this research is Nagan Raya District in 2011-2016. Economic growth in Nagan Raya District based on GRDP data has increased every year. The result of the research shows that based on Location Quotient (LQ) analysis of Nagan Raya District sector is agriculture, forestry and fishery sector, mining and quarrying sector. The production of both sectors can not only meet the consumption needs of the relevant areas but also can be exported out of the region. According to Klassen Tipology analysis, the advanced and growing sectors in Nagan Raya Regency are agriculture, forestry and fishery sector, and construction sector. Keywords : Loqation Quetiont(LQ), Economic Growth, Potencial Sectors, Tipology Klassen 1. PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah dan masyarakat mengolah sumber-sumber daya yang ada di daerah dan membentuk kerja sama atau kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut, sehingga terdapat suatu penekanan-penekanan kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dalam menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya alam lokal/daerah. Perencanaan pembangunan ekonomi daerah bisa di anggap sebagai sebagai perencana untuk memperbaiki pembangunan sumber daya publik yang tersedia di daerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai-nilai sumber daya swasta secara bertanggung jawab. Beberapa indikator yang dapat memberikan gambaran tentang pertumbuhan atau keadaan perekonomian suatu daerah antara lain adalah tingkat kesempatan kerja, pertumbuhan pendapatan regional, tingkat pendapatan dan struktur pendapatan regional. Fluktuasi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah secara riil dari tahun ke tahun akan terlihat dari produk domestik regional bruto (PDRB), yaitu pertumbuhan secara positif akan menunjukkan adanya peningkatan perekonomian, sebaliknya apabila negatif akan menunjukkan penurunan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya semakin meningkat dalam periode waktu 2011-2016. Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan PDRB, pertumbuhan tertinggi yaitu pada tahun 2016 sebesar 4.40 persen. Pertumbuhan ini disebabkan oleh tingginya sumbangan sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 25.46 persen dengan semakin terbukanya akses keluarga miskin terhadap pelayanan kelistrikan. Pertumbuhan yang tinggi di sektor ini akan memberikan manfaat