Trad. Med. J., May July 2018 Vol. 23(2), p 84-90 ISSN-p : 1410-5918 ISSN-e : 2406-9086 84 Traditional Medicine Journal, 23(2), 2018 Submitted : 25-09-2017 Revised : 07-03-2018 Accepted : 29-06-2018 Uji Stabilitas Fisik dan Kimia Sediaan SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System) dan Nanoemulsi Fraksi Etil Asetat Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Physical and Chemical Stability Test of SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System) and Nanoemulsion Ethyl Acetate Fraction of Garcinia mangostana L. Liza Pratiwi 1* , Achmad Fudholi 2 , Ronny Martien 2 , Suwidjiyo Pramono 2 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia 2 Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia ABSTRAK Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki aktivitas penangkal radikal bebas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik dan kimia kulit manggis yang diformulasikan dalam sediaan SNEDDS dan nanoemulsi. SNEDDS dibuat dengan variasi konsentrasi Tween 80, PEG 400, dan Virgin coconut oil (VCO) dengan perbandingan 4,98:1,02:1. Nanoemulsi dibuat dengan penambahan air pada SNEDDS. Hasil pengamatan stabilitas dianalisis dengan statistik. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa semua sampel uji pada penelitian, yaitu nanoemulsi, SNEDDS fraksi, SNEDDS basis, SNEDDS vitamin E tidak mengalami pemisahan, pengendapan, cracking, maupun creaming. Pada uji stabilitas kimia nanoemulsi dan SNEDDS Fraksi tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai IC50 sebelum dan setelah penyimpanan. Sedangkan pada SNEDDS basis dan nanoemulsi vitamin E terdapat perbedaan bermakna pada nilai IC50 sebelum dan setelah penyimpanan. Kata kunci: stabilitas, kulit manggis, SNEDDS, nanoemulsi ABSTRACT The mangosteen peels (Garcinia mangostana L.) has high free radical scavengers activity. This study aims to determine the physical and chemical conditions that are formulated in SNEDDS and nanoemulsion preparations. SNEDDS was made with various concentrations of Tween 80, PEG 400, and Virgin Coconut Oil (VCO) with a ratio of 4,98:1,02:1. Nanoemulsions were made with the addition of water to SNEDDS. Stability observation results were analyzed by statistics. The results of physical stability test show that all test samples in the research, in nanoemulsion, SNEDDS fraction, base SNEDDS, SNEDDS vitamin E did not undergo separation, precipitation, cracking, and creaming. On the chemical stability test of nanoemulsion and SNEDDS fraction there is no difference between IC50 before and after storage. While on basic SNEDDS and vitamin E nanoemulsion there is a difference between IC50 before and after storage. Key words: stability, mangosteen peels, SNEDDS, nanoemulsion PENDAHULUAN Stabilitas sediaan farmasi merupakan salah satu kriteria yang amat penting untuk suatu hasil produksi yang baik. Ketidakstabilan produk obat dapat mengakibatkan terjadinya penurunan sampai dengan hilangnya khasiat obat, obat dapat berubah menjadi toksik atau terjadinya perubahan penampilan sediaan (warna, bau, rasa, konsistensi). Ketidakstabilan suatu sediaan farmasi dapat dideteksi melalui perubahan sifat fisika dan kimia. Stabilitas obat dapat diketahui *Corresponding author : Liza Pratiwi Email : lyza_pratiwi@yahoo.com dari ada atau tidaknya penurunan kadar selama penyimpanan (Ansel, 1989; Lachman dkk,1986). Faktor lingkungan seperti temperatur, radiasi cahaya dan udara (khususnya oksigen, karbon dioksida dan uap air) juga mempengaruhi stabilitas. Demikian pula faktor formulasi seperti ukuran partikel, pH, sifat dari air dan sifat pelarutnya dapat mempengaruhi stabilitas (Osol dkk., 1980). Nanoemulsi merupakan emulsi berukuran submikron, sistem isotropik stabil dimana dua cairan yang secara alami tidak saling campur dapat menjadi satu fase homogen melalui penambahan surfaktan sehingga memiliki ukuran