38 Banyak jenis parasit yang ada di sekitar kita dapat menyebabkan penyakit, patogen murni ataupun yang oportunistik. Penyakit akibat parasit banyak ditemukan terutama di daerah endemik, namun saat ini dengan tingginya migrasi dan perjalanan antar daerah, bahkan antar negara, mengakibatkan parasit dapat ditemukan menginfeksi manusia di daerah non endemik, yang dikenal dengan penyakit impor. 1 Cacing dari berbagai spesies merupakan salah satu parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia. Anisakis sp merupakan cacing kelas nematoda yang menginfeksi ikan atau mamalia, terutama yang berasal dari laut dalam meski beberapa laporan menyebutkan juga sering ditemukan pada ikan air tawar. 1-12 Meski hospes definitif nya adalah ikan, larva nematoda ini secara insidental juga dapat mengakibatkan penyakit pada manusia (zoonosis) yang mengkonsumsi daging mengandung larva yang tidak dimasak dengan Anisakis sp. dan Alergi yang Diakibatkannya Robiatul Adawiyah 1 , Esy Maryanti 2 , Forman E.Siagian 3 ABSTRACT Parasitic diseases were initially found in many endemic areas, but currently also found in non endemic areas. One is anisakiasis caused by Anisakis sp. Humans can be infected by this parasite by direct consumpt the organism and contact with the fish / products of food that containing this parasite.There are some points that can increase the risk of infection of this parasite, high movement of people from one area to another either temporary or permanent, the food processing especially in the case of the fish packing, the advance of transportation that enables the widespread of marine products which contaminated and how to eat the fish which contaminated . Anisakis sp. Antigen derived from the excretion-secretion products, somatic and cuticular of the parasite larvae. Good hygiene and understanding of the problem and potential risk will increase alertness and awareness of Anisakis sp.infections Keywords: Anisakis sp, anisakiasis, allergy baik. 1,2,8,9 Parasitisme oleh larva dan atau cacing dewasa disebut anisakiasis. 1,8,9 Secara epidemiologis, Anisakis sp. ini penting karena dua hal yaitu, yang pertama parasit ini banyak menginfeksi mamalia laut (singa laut, paus dan lumba-lumba) dan berbagai jenis ikan, terutama yang berasal dari laut dalam, yang sering dikonsumsi oleh manusia. Cara menyiapkan makanan, dalam hal ini bila produk laut yang tercemar larva tidak dimasak hingga matang atau bahkan dimakan mentah (lazim dilakukan dibeberapa negara), memungkinkan larva cacing masih hidup dan dapat menginfeksi manusia. 1-3,8,9 Disamping itu, kemajuan teknologi bidang pengolahan pangan terutama dalam hal pengalengan ikan dan semakin majunya sistem transportasi memungkinkan meluasnya distribusi atau penyebaran produk laut yang mungkin tercemar Anisakis. 1,3,9 Artinya, kemungkinan infeksi dapat terjadi didaerah-daerah yang letaknya jauh dari habitat alamiahnya. 1-3,10-12 Infestasi Anisakis sp pada produk perikanan akan mengurangi nilai ekonomis ikan yang terinfeksi dan dapat menyebabkan beragam gangguan pada manusia. 1,3 Gejala yang sering ditimbulkan oleh parasit ini saat menginfeksi manusia adalah terutama kelainan pada saluran 1 Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2 Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 3 Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia