RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol. 4 No. 1 e-ISSN : 2621-9700, p-ISSN : 2654-2684 17 Studi Kelayakan Pengoperasian Chlorination Plant B setelah Mengalami Kerusakan pada Liner 4 Busbar PT Indonesia Power Pro Pomu Prian Gagani Chamdareno 1 , Hafiidh Nur Hidayat 2 1)2) Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27 No.47 Email: prian.gagani@ftumj.ac.id, 2016420061@ftumj.ac.id ABSTRAK Riset ini memiliki tujuan untuk menghitung efisiensi kinerja chlorination plant saat sebelum serta setelah transformasi dimodifikasi, serta membagikan saran terpaut pembedahan yang pas supaya bebas dari kehancuran. Kelayakan riset yang penulis gunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informasi dikumpulkan dengan mengamati parameter pembedahan chlorination plant serta observasi dan Analisa buku petunjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kaporit yang dihasilkan menurun setelah cell 4 mengalami kerusakan. Modus operasi dengan 3 sel masih layak dan pengoperasian terbilang aman. kata kunci : chlorination, transformator, busbar, anoda, katoda, elektrolisisj ABSTRACT This research aims to calculate the performance efficiency of the chlorination plant before and after modification of the transformation, as well as to provide appropriate surgical advice to free from destruction. The research feasibility that the author uses is qualitative using descriptive methods. Information was collected by observing the chlorination plant surgical parameters as well as observation and manual analysis. The results showed that the concentration of chlorine produced decreased after cell 4 was damaged. Operation mode with 3 cells is still feasible and operation is fairly safe. Keywords : chlorination, transformer, busbar, anode, cathode, electrolysis 1. PENDAHULUAN PT Indonesia Power ialah salah satu Anak Industri Perusahaan dari PT PLN yang ditugaskan menjadi pemecahan masalah pemenuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia. Unit Pembangkit listrik tersebut terletak di tepi laut utara Jakarta dan memiliki 4 blok pembangkit listrik utama dengan total energi keselurahan 2600 MW. Pada proses turbin uap, kondensor bagaikan tempat kondensasi exhaust steam setelah proses terakhir pada turbin uap. Nantinya, air laut melewati banyak pipa berdimensi kecil. Keadaan air laut wajib bersih dari sampah serta kehidupan laut untuk menjaga efisiensi pertukaran maksimum. Saat sebelum air laut merambah kondensor, air laut harus melewati sebagian proses filtrasi serta diinjeksikan dengan klorin. Proses injeksi tersebut dibuat untuk melemahkan mikroorganisme laut agar tidak berkembang serta mengganggu peralatan- peralatan pada proses pendingin. Chlorination Plant berperan untuk menghindari tumbuhnya biota- biota laut pada komponen sistem pendingin [1]. Tercatat pada Juli 2019, terjadi kebocoran generator elektrolisis B pada line 4 busbar yang berdampak pada arus dan tegangnan yang tidak normal. Hal ini menyebabkan generator elektrolisis B tidak bisa beroperasi [2] Oleh kerena itu, dalam riset ini penulis berupaya meganalisa kelayakan kinerja dan pengoperasian chlorination plant dari segi operasional. Riset ini tujuannya adalah untuk menghitung efisiensi kinerja chlorination plant saat sebelum dan setelah mengalami modifikasi serta membagikan saran yang terkait dengan operasi yang pas agar chlorination plant bebas dari kehancuran. 2. METODOLOGI Metodologi penelitian merupakan uraian tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan penelitian [3] Chlorination plant adalah suatu peralatan yang menggunakan air laut sebagai bahan baku kaporit untuk menghasilkan chlorin (sodium hipoklorit) melalui elektrolisis. Jumlah klorin yang dihasilkan diatur oleh arus yang melewati cell-cell, dan dosing rate continuous dapat diatur dari 0 sampai 1,5 ppm. Cell-cell ini telah dirancang untuk beroperasi pada tekanan 1,5-1,8 bar. Ini penting saat membangun system elektrolisis dan memilih kondisi pengoperasian. Karena potensial listrik adalah gaya penggerak system, semakin besar arus yang mengalir melalui sistem, maka semakin tinggi rapat arus [4]. Komponen Sistem