157 WacanaVol. 19, No. 3 (2016) ISSN : 1411-0199 E-ISSN : 2338-1884 Peran Pemilik Modal (Pengamba’) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (Studi Kasus pada Masyarakat Nelayan Gardanan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) Yudi Jihwindriyo 1 , Sanggar Kanto 2 , Darsono Wisadirana 3 1 Magister Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya 2.3 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya Abstrak Nelayan memiliki hubungan ekonomi dengan pengamba’ untuk memenuhi kebutuhan permodalan. Menegasikan peran pengamba’ menjadi upaya yang sia-sia saat tidak mendapatkan dukungan masyarakat nelayan. Tulisan iniberupaya mengatur peran pengamba’ untuk menjadi agen dalam pemberdayaan nelayan, atau dalam konsep Susilo (2004) disebut Adaptor Sosial.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (i) hubungan sosial dan ekonomi antara pengamba’ dan nelayan, (ii) faktor-faktor yang menunjang peran strategis pengamba’ dalam pemberdayaan nelayan, dan (iii) membuat rumusan bentuk pelibatan pengamba’ dalam upaya pemberdayaan masyarakat nelayan sebagai upaya menanggulangi kemiskinan. Penelitian dilakukan di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penentuan informan snowball sampling dan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif (Miles, Huberman dan Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) hubungan sosial ekonomi pengamba’ dan nelayan berpola patron-klien, (ii) permodalan yang diberikan oleh pengamba’ nelayan berdampak pada keberlangsungan kegiatan penangkapan ikan dan keberlanjutan sumber pendapatan nelayan, (iii)relasi antara pengamba’ dan nelayan diatur dalam lembaga lokal berbentuk Kelompok Usaha Bersama agar pengamba’ mampu mengembangkan usaha dan nelayan tidak terlibat dalam sistem bagi hasil yang eksploitatif. Mekanisme bagi hasil dalam lembaga lokal tersebut disarankan diatur oleh pemerintah daerah. Kata kunci : pengamba’, patron-klien, adaptor sosial, kelembagaan lokal. Abstract The fishermen are much linked to pengamba' to meet capital requirements. Negating the role pengamba' in fishing communities is a useless effort when not getting support by fishing communities. This article try to settting pengamba’s role to be an agent in the empowerment of fishermen, or by a concept that offered by Susilo (2004) as a Social Adapter. The purposes of this study were to (i) describe the social and economic relations between the owners of capital (pengamba') and fishermen, (ii) analyze the factors that support the strategic role of the owners of capital (pengamba') in the empowerment of fishermen, and (iii) build a formulation of the forms of engagement owners of capital ( pengamba') in empowering the fishing communities as an effort to reduce poverty. The study was conducted in the village Kedungrejo Muncar District of Banyuwangi. The research use qualitative approach with case study method. Informants were determined by purposive and snowball sampling. Data were analyzed using data analysis techniques interactive model (Miles, Huberman and Saldana, 2014). The results showed that (i) Socio-economic relations pengamba'and fishermen patterned patron-client (ii) capital provided by pengamba' fishers affected the sustainability of fishing activities and sustainable sources of income of fishermen , ( iii ) the relationship between pengamba' and fishermen organized in local agencies form Joint Business Group in order pengamba' capable of expanding and fishermen not to engage in exploitative profit-sharing. The mechanism for the results suggested in the local institutions regulated by local governments. Keywords : pengamba’, patron-klien, social adaptor, local institutions. Alamat Korespondensi Penulis : Yudi Jihwindriyo Email : jihwindriyo@gmail.com Alamat : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, Jl. Jemur Andayani 1 Surabaya (60236)