Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561 199 Pengaruh Audit Tenure, Audit Capacity Stress dan Komite Audit terhadap Kualitas Audit Noor Fitri Edyatami, Edi Sukarmanto Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No 1 Bandung 40116 noorfitriedyatami@gmail.com, edi06sukarmanto@gmail.com AbstractThis study aims to determine the effect of audit tenure, audit capacity stress and audit committee on audit quality. The object of research used in this study is audit tenure, audit capacity stress, audit committee and audit quality. The method used in this research is descriptive verification research method with a quantitative approach. This study uses secondary data with a sample of 53 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2015-2017 observation period or 159 observations. Hypothesis testing uses logistic regression analysis. The test results show that audit tenure has a significant negative effect on audit quality, audit capacity stress has a significant effect on positive direction on audit quality, audit committee has no effect on audit quality. Suggestions for further research when using audit quality variables should look for other measurements and add other dependent variables such as going concern audit opinion, earnings management or auditor specialization. KeywordsAudit Tenure, Audit Capacity Stress, Audit Committee, Audit Quality AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh audit tenure, audit capacity stress dan komite audit terhadap kualitas audit. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah audit tenure, audit capacity stress, komite audit dan kualitas audit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan sampel sebanyak 53 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk rentang waktu pengamatan 2015-2017 atau 159 pengamatan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik. Hasil pengujian menunjukan bahwa audit tenure berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kualitas audit, audit capacity stress berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap kualitas audit, komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Saran bagi penelitian selanjutnya apabila menggunakan variabel kualitas audit sebaiknya mencari pengukuran lain dan menambah variabel dependen lain seperti opini audit going concern, manajemen laba atau spesialisasi auditor. Kata kunciAudit Tenure, Audit Capacity Stress, Komite Audit, Kualitas Audit Pendahuluan PENDAHULUAN Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sebuah pasar modal yang di dalamnya terdapat kegiatan penjualan dan pembelian efek di Indonesia yang perusahaannya telah terdaftar di BEI. Perusahaan terbuka memiliki kewajiban dalam keterbukaan informasi, mematuhi peraturan pasar modal yang berlaku, meningkatkan kualitas kerja operasional, serta meningkatkan aspek pengawasan dan sistem pelaporannya sehingga akan mencapai hasil yang unggul terkait perusahaan yang bersangkutan kepada para pemangku kepentingan (BEI, 2018). Coram et, al [1] menyatakan bahwa kualitas audit adalah seberapa besar kemungkinan seorang auditor menemukan adanya kesalahan tidak sengaja atau disengaja dari laporan keuangan perusahaan dan seberapa besar kemungkinan temuan tersebut kemudian dapat dilaporkan dan dicantumkan dalam opini auditnya. Fenomena mengenai rendahnya kualitas audit menjadi sorotan akhir-akhir ini karena melibatkan akuntan publik didalamnya. Salah satunya yang terjadi di Indonesia adalah kasus Mitra Erns & Young di Indonesia yakni KAP Purwantono, Suherman & Surja yang tak cermat dan teliti dalam mengaudit laporan keuangan tahun PT Hanson International Tbk. (MYRX), sehingga OJK memberikan sanksi kepada Direktur Utama PT Hanson International Tbk yaitu Benny Tjokrosaputro sebesar Rp 5 miliar karena bertanggungjawab atas laporan keuangan tersebut. Dari fenomena diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan auditor menghasilkan kualitas audit yang baik tidak hanya tergantung pada pengetahuan auditor mengenai kegiatan audit dan akuntansi namun juga pemahaman mengenai industri klien sehingga hal tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas audit. Kualitas audit akan berpengaruh pada lamanya masa perikatan auditor dengan klien dalam melakukan proses audit atau disebut dengan audit tenure. Al-Thuneibat et, al [2] menyatakan bahwa audit tenure adalah masa jabatan auditor yang bekerja di KAP dalam memberikan jasa audit terhadap kliennya. Faktor lain yang dapat mengakibatkan akuntan tidak menghasilkan kualitas audit yang baik adalah audit capacity stress. Hansen et, al [3] menyatakan bahwa audit capacity stress adalah tekanan yang dihadapi auditor sehubungan dengan banyaknya klien audit yang harus ditangani. Dalam mencapai kualitas audit, selain dipengaruhi oleh faktor internal diatas seperti audit tenure dan audit capacity stress terdapat faktor eksternal yaitu komite audit. Harahap [4] menyatakan bahwa komite audit merupakan komite dibawah dewan komisaris yang terdiri