Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Volume 2 Nomor 1 Juli 2014 1 Uji Karakteristik Kandungan VFA Dan pH Hasil Fermentasi Aaerob (Ensilase) Batang Pisang (Musa paradisiaca Val.) Dengan Penambahan Molases Sebagai Bahan Aditif Raden Febrianto Christi, Abu Bakar Hakim, Lesha Inggriani, Atun Budiman Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi asam-asam organik hasil fermentasi anaerob batang pisang (Musa paradisiaca Val.) dengan penambahan molases sebagai bahan aditif, serta mengetahui pada tingkat berapa persen penambahan molases pada fermentasi anaerob batang pisang (Musa paradisiacal val.) yang memberikan pengaruh paling maksimal terhadap kandungan total asam lemak terbang (volatile fatty acid), dan kadar pH. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April sampai Juni 2012, bertempat di Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari empat macam perlakuan, yaitu : P 1 (penambahan molases 1%), P 2 (penambahan molases 3%), P 3 (penambahan molases 5%), P 4 (penambahan molases 7%) dengan ulangan sebanyak 5 kali terdapat 20 unit percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan molases sebanyak 7% pada fermentasi anaerob batang pisang berpengeruh nyata terhadap rata-rata total VFA yaitu sebesar 3.1. Sedangkan pada kadar pH tidak berpengaruh nyata. Kata kunci : Batang pisang, Fermentasi anaerob, Molases, VFA, pH I. Pendahuluan Ensilase merupakan cara atau metode pengawetan hijauan yang biasa digunakan untuk pakan ternak ruminansia. Tujuan dari pembuatan silase adalah agar hijauan segar dapat disimpan lama dan dimanfaatkan pada waktu tertentu sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hijauan pada musim kemarau. Perlu adanya upaya untuk memperbaiki proses ensilase, sehingga selama proses penyimpanan juga terjadi peningkatan kualitas silase. Salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas silase adalah dengan cara penambahan bahan aditif. Bahan aditif yang bisa digunakan adalah karbohidrat mudah larut seperti molases. Molases yang ditambahkan dimanfaatkan oleh mikroba sebagai komponen penyusun dinding sel bakteri dan pertumbuhannya. Dengan demikian perkembangan bakteri selain asam laktat akan meningkat dengan pertambahan unsur-unsur tersebut. Silase merupakan hijauan pakan ternak yang memiliki kadar air yang tinggi. Hampir 85% hasil dari silase batang pisang adalah padatanya, sedangkan bagian cairannya hanya 15%. Bagian padatan dan cairan dari hasil ensilase terdiri atas asam lemak terbang (volatile Fatty Acid). Asam lemak terbang merupakan kumpulan dari asam-asam organik seperti asam asetat, propionate, butirat dan laktat (Desroiser, 1988). Sehingga hasil dari proses silase yang sangat berpengaruh adalah VFA. Volatile Fatty Acids (VFA) merupakan kumpulan dari berbagai macam asam organik yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam kondisi anaerob melalui proses fermentasi karbohidrat. Komponen penyusun bahan pakan tentu akan memproduksi panas metabolisme terutama pakan berserat kasar tinggi