STUDI KUAT GESER TANAH TERKONTAMINASI BATUBARA Andi Marini 1 , Tri Harianto 2 dan A.Rachman Djamaluddin 3 , Ardy Arsyad 4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin,Jalan Poros Malino, Km-6 Gowa, email: marini_sabrina@yahoo.com.sg ABSTRAK Indonesia memiliki sekitar 550 ribu hektar lahan bekas tambang batubara yang dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada pengelolan yang baik dari instansi yang berwenang. Lahan bekas tambang batubara umumnya masih mengandung sisa-sisa batubara yang tidak dapat terangkut pada saat proses penambangan walaupun jumlahnya sudah tidak banyak, tetapi tentu memberikan dampak pada tanah. Disisi lain, sifat fisik batubara yang keras sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu material dalam pekerjaan teknik sipil misalnya sebagai material lapis perkerasan jalan Karakteristik tanah terkontaminasi batubara harus diselidiki secara mendalam. Percobaan dilakukan dengan mencampur tanah dengan 5%, 10% dan 15% batubara yang telah ditumbuk dan lolos saringan Nomor 100 untuk mengetahui perilaku tanah akibat kontaminasi batubara. Pengujian analisa saringan, pemadatan dengan standar proctor dan uji geser dengan direct shear menunjukkan peningkatan parameter geoteknik. Sehingga memungkinkan material tanah terkontaminasi batubara digunakan sebagai material lapis perkerasan. Kata Kunci : Stabilisasi, Pemadatan, Kuat geser, XRD, Batubara 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki sekitar 550 ribu hektar lahan bekas tambang batubara yang dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada pengelolan yang baik dari instansi yang berwenang. Luas wilayah dan mahalnya biaya reklamasi menyebabkan lahan bekas tambang batubara dibiarkan begitu saja. Lahan bekas tambang batubara umumnya masih mengandung sisa-sisa batubara yang tidak dapat terangkut pada saat proses penambangan walaupun jumlahnya sudah tidak banyak, tetapi tentu memberikan dampak pada tanah. Batubara yang mengandung sulfur diudara terbuka akan mengalami oksidasi yang jika bercampur dengan air akan menimbuklan air asam tambang atau yang dikenal dengan istilah acid rock drainage (ARD). ARD akan memberikan serangkaian dampak yang saling berkaitan, yaitu menurunnya pH, ketersediaan dan keseimbangan unsur hara dalam tanah terganggu, serta kelarutan unsur-unsur mikro yang umumnya merupakan unsur logam meningkat (Widyati, 2007), menyebabkan perubahan struktur tanah sehingga pemanfaatannya menjadi terbatas. Disisi lain, sifat fisik batubara yang keras sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu material dalam pekerjaan teknik sipil misalnya sebagai material lapis perkerasan jalan. Kekerarasan batubara dinyatakan dalam nilai HGI (Hardgrove Grindability Index). Nilai standar HGI yang telah disertifikasi berdasarkan standar ASTM yaitu 32, 49, 65, dan 95. Semakin tinggi nilai HGI maka semakin lunak batubara (Hadi, 2012). Kekerasan batubara tergantung pada mineral penyusun batubara itu sendiri (Pulungan,2004). Batubara yang keras jika bercampur dengan tanah dasar yang lunak tentu akan meningkatkan daya dukung tanah yang tadinya kecil menjadi lebih besar. Tetapi seberapa besar pengaruh batubara terhadap peningkatan daya dukung tanah pasir tentu harus dilakukan penelitian mendalam tentang hal ini. Penelitian untuk memperbaiki kondisi tanah lunak dengan penambahan material lain telah banyak dilakukan. Pencampuran tanah lunak dengan kapur dan fly ash yang dilakukan Sahu., et. al. (2017) membuktikan bahwa pencampuran dapat meningkatkan nilai CBR sampai dengan 65% pada pemeraman selama7 hari dan meningkat sebanyak 45% pada pemeraman 4 hari. Pengujian Igwe., et. al. (2017) untuk stabilisasi tanah ekspansive dengan menggunakan debu granit dan debu dolorite juga menunjukan peningkatan pada nilai CBR dari 4% menjadi 41% pada penambahan 20% debu granit dan nilai CBR meningkat 32% pada penambahan 20% debu dolorite. Penurunan plastisitas indek juga terjadi pada penambahan 20% debu granit dan debu dolorite dari 19,5 menjadi masing- masing12,8 dan 9,5. Penambahan Recycled concrete aggregate (RCA) yang di campur dengan semen, kapur dan fly ash pada tanah lempung juga berhasil meningkatkan nilai Uncofined Compressive Strenght (UCS), hasil uji SEM menunjukkan bahwa susunan partikel tanah semakin padat dan sifat campuran tanah dengan RCA juga semakin baik dengan tambahan bahan adiktif (semen, kapur dan fly ash), Tavakol (2016).