Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.3 November 2016) 158 HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN JUMLAH PERDARAHAN MENSTRUASI SAAT MENSTRUASI DI RUMAH BERSALIN SRI NIRMALA Muslihati 1 , Bina Melvia Girsang 2, Herliawati 3 1,2,3 Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNSRI Email: famuslihati@yahoo.com ABSTRACT The hormonal contraception contains estrogen and progesterone. Hormonal contraception methods has a significant correlation with menstrual bleeding amount. The contributing factors were age, nutritional status, physical activity, and stress. This study aimed to determine the relationship between the hormonal contraception with the menstrual bleeding amount in Sri Nirmala Hospital. The study design was descriptive analytic. The sample size was 89 respondents. The study results showed that the majority of respondents used injection contraceptive method (55.1%); experienced abnormal menstrual bleeding (60.7%); age <40 years old (65.2%); normal nutritional status (62.9%); active physical activity (61.8%); experienced stress (61.8%). Menstrual bleeding amount was measured using a digital scale portable scale SF-400 during the 1st and 2nd day of menstruation. There was a significant relationship between hormonal contraception use (p=0.026), age (p=0018), nutritional status (p=0.007), physical activity (p=0016), and stress (p=0016) with menstrual bleeding amount. The hormonal contraceptive method has a significant correlation with menstrual bleeding amount. Keywords : Hormonal Contraception, Bleeding ABSTRAK Kontrasepsi hormonal mengandung hormon dari estrogen dan progesteron. Metode kontrasepsi berkaitan erat dengan jumlah perdarahan menstruasi. Faktor lain yang mempengaruhi jumlah perdarahan menstruasi adalah umur, status gizi, aktivitas fisik, dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrasepsi hormonal dengan jumlah perdarahan menstruasi di Rumah Bersalin Sri Nirmala. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitik. Jumlah sampel sebanyak 89 orang. Analisa data menunjukkan sebagian besar responden merupakan pengguna kontrasepsi suntik (55.1 %); jumlah perdarahan menstruasi tidak normal (60.7%); umur < 40 tahun (65.2%); status gizi normal (62.9%); aktivitas fisik aktif (61.8%); stress (61.8%). Pengukuran jumlah perdarahan menstruasi dilakukan dengan menggunakan alat timbangan digital portable scale SF-400 pada hari ke 1 dan 2 menstruasi. Terdapat hubungan yang bermakna antara kontrasepsi hormonal (p=0.026), umur (p=0.018), status gizi (p=0.007), aktivitas fisik (p=0.016), dan stress (p=0.016) terhadap jumlah perdarahan menstruasi. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan jumlah perdarahan menstruasi Kata Kunci : Kontrasepsi Hormonal; Perdarahan menstruasi