93 Kualitas Sperma Beku Sapi Bali dalam Pengencer Air Kelapa Modifikasi dengan Berbagai Aras Dimethyl Sulfoxide (FROZEN SPERM QUALITY OF BALI BULLS IN MODIFIED COCONUT WATER EXTENDER WITH DIFFERENT DIMETHYL SULFOXIDE CONCENTRATION) Thomas Mata Hine, Kirenius Uly, Wilminentje Marlene Nalley, Heri Armadianto Laboratorium Biologi Reproduksi dan Kesehatan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana; Jl. Adisucipto, Penfui Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia (85361) Email : thomasmatahine@staf.undana.ac.id; hp: 085219296248 ABSTRAK Dimethyl Sulfoxide (DMSO) merupakan salah satu jenis krioprotektan yang memiliki berat molekul rendah sehingga lebih mudah masuk ke dalam sel pada saat kriopreservasi. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi konsentrasi optimal DMSO dalam pengencer air kelapa modifikasi (AKm) untuk mempertahankan kualitas sperma beku sapi bali. Semen ditampung dari dua ekor sapi bali jantan berumur empat tahun dengan menggunakan vagina buatan. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan pengencer AKm (air kelapa muda + kuning telur 20% + ekstrak daun kelor 7,5%) dan disuplementasi dengan DMSO pada aras 3, 5, atau 7%. Semen diisi ke dalam ministraw 0,25 ml, dan diekulibrasi di dalam lemari pendingin bersuhu 5 o C selama empat jam, dibekukan di atas permukaan nitrogen cair selama 10 menit dan selanjutnya dimasukkan ke dalam nitrogen cair. Kualitas sperma post-thawing diukur 24 jam kemudian dengan menempatkan straw semen beku ke dalam air bersuhu 37 o C selama 30 detik. Data dianalisis dengan analysis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengamatan post-thawing menunjukkan bahwa sperma sapi bali yang dikriopreservasi pada DMSO 3% menghasilkan motilitas dan viabilitas (36% dan 44,15%) lebih tinggi (p<0,05) daripada DMSO 5% yaitu 18 dan 23,65%, dan DMSO 7% yaitu 7 dan 12,62%. Recovery rate sperma yang dikriopreservasi pada DMSO 3% juga lebih tinggi (p<0,05) dari pada DMSO 5 dan 7%, secara berturut-turut yaitu 45,65; 23,06; dan 8,86%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi DMSO dalam pengencer AKm yang optimal untuk mempertahankan kualitas sperma beku sapi bali adalah 3%. Kata kunci: dimethyl sulfoxide; air kelapa modifikasi; sperma beku; sapi bali ABSTRACT Dimethyl Sulfoxide (DMSO) is one type of cryoprotectant which has a low molecular weight so that it is easier to enter cells when cryopreservation. The purpose of this study was to explore the optimal concentration of DMSO in modified coconut water (mCW) extender that were able to maintain frozen sperm quality of bali bulls. Semen was collected from two four-year old bali bulls by artificial vagina. Good quality semen diluted with mCW (young coconut water + 20% egg yolk + 7.5 % moringa leaf extract) and supplemented by 3, 5, or 7% DMSO. Semen was filled into 0.25 ml ministraw, and was incubated in a refrigerator at 5°C for four hours, frozen on the surface of liquid nitrogen for 10 minutes and then dipped into liquid nitrogen. The quality of post thawing sperm was measured 24 hours later by placing the ministraw of frozen semen into water at 37 o C for 30 seconds. Data were analyzed by analysis of variance and continued with Duncan test. Post- thawing observations showed that bali bulls sperm cryopreserved at 3% DMSO yielded higher motility and viability (p<0.05) i.e. 36 and 44.15%, than DMSO 5% i.e. 18 and 23.65%, and DMSO 7% i.e. 7 and 12.62%. The recovery rate of sperm cryopreserved at 3% DMSO was also higher Jurnal Veteriner Maret 2019 Vol. 20 No. 1 : 93 - 100 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.1.93 Terakreditasi Nasional, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, online pada http://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet Kemenristek Dikti RI S.K. No. 36a/E/KPT/2016