POLITICOS: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 1 (1) (2021), 32-42 Politik Aksi Humaniter Organisasi Kemanusiaan Dalam Menangani Imigran Ilegal Tahun 2016 (Studi Kasus IOM dan UNHCR di Surabaya) Made Selly Dwi Suryanti Universitas Cenderawasih, Jayapura-Indonesia Corepondence Email: sellydwisuryanti@gmail.com Abstract This paper aims to observe the principles of humanitarianism in the current era. The principle of humanitarianism which consists of humanity, neutrality, impartiality and independence tends to be ignored. The neglect is based on the interests carried by each humanitarian organization. Therefore, the principle tends to be mixed with political affairs. This practice can be seen from the two humanitarian organizations IOM and UNHCR in carrying out their role in dealing with illegal immigrants, especially at the Immigration Detention Center, Surabaya. In practice the element of importance is given priority, giving rise to a dilemma for both organizations in carrying out their mandate as a humanitarian organization. These dilemmas include limited resources, internal work relations patterns of personnel, humanitarian worker’s motivation. Because of the dilemma, it is almost difficult for both organizations to adopt the principle of humanitarianism. In the end, combining elements of interest becomes a new term in humanitarian action. The term is known as new humanitarianism. This writing uses qualitative research methods with primary and secondary data sources. Primary data taken through interviews, observations and secondary data sources taken through books, journals, online news, government regulations. The discussion of this paper will use several concepts, namely humanitarianism and new humanitarianism. Keywords: Illegal Immigrants, Humanitarianisme, New Humanitarianism Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati prinsip-prinsip kemanusiaan di era saat ini. Prinsip kemanusiaan yang terdiri dari kemanusiaan, netralitas, imparsialitas dan kemerdekaan cenderung diabaikan. Pengabaian tersebut didasarkan pada kepentingan yang diemban oleh masing-masing organisasi kemanusiaan. Sebab, prinsipnya cenderung bercampur dengan urusan politik. Praktik ini terlihat dari dua organisasi kemanusiaan IOM dan UNHCR dalam menjalankan perannya dalam menangani imigran gelap, khususnya di Rumah Detensi Imigrasi, Surabaya. Dalam prakteknya unsur kepentingan diutamakan sehingga menimbulkan dilema bagi kedua organisasi tersebut dalam menjalankan amanahnya sebagai organisasi kemanusiaan. Dilema ini meliputi sumber daya yang terbatas, pola hubungan kerja internal personel, motivasi pekerja kemanusiaan. Karena dilema tersebut, hampir sulit bagi kedua organisasi tersebut untuk mengadopsi prinsip kemanusiaan. Penggabungan unsur -unsur kepentingan pada akhirnya menjadi istilah baru dalam aksi kemanusiaan. Istilah tersebut dikenal dengan istilah humanitarianisme baru. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diambil melalui wawancara, observasi dan sumber data sekunder diambil melalui buku, jurnal, berita online, peraturan pemerintah. Pembahasan makalah ini akan menggunakan beberapa konsep yaitu humanitarianisme dan new humanitarianism. Kata kunci: Imigran Ilegal, Humanitarianisme, Humanitarianisme Baru CC-BY-SA 4.0 License, Copyright 2021, POLITICOS: Jurnal Politik dan Pemerintahan