Jurnal Ilmiah Mandala Education http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/index Terakreditasi Peringkat 4 (No. SK: 36/E/KPT/2019) Vol. 7. No. 3 Agustus 2021 p-ISSN: 2442-9511 e-ISSN: 2656-5862 Jurnal Ilmiah Mandala Education | 357 Implementasi Akreditasi dalam Perspektif Guru dan Kepala Sekolah di Yogyakarta Enung Hasanah 1 , Sukirman Sukirman 2 , Cucu Afriliandhi 3 , Asnawi Wijayanto 4 1,2,3,4 Manajemen Pendidikan, FKIP, Universitas Ahmad Dahlan Email: enung.hasanah@mp.uad.ac.id Abstract. Implementation of accreditation-based school quality assurance is one form of quality assurance carried out by the government comprehensively. Therefore all schools/madrasahs are required to reaccredit schools every five years. The accreditation results become a picture of the quality of schools in general that are easily read by the public. In this case, teachers and principals are the people who directly experience the implementation of the government's accreditation policy. This study aims to explore the implementation of accreditation-based school quality assurance in Yogyakarta according to the perceptions of teachers and principals. This research will use the survey method. Quantitative research samples were determined randomly, with a total of 410 respondents. Quantitative data collection techniques used questionnaires, which were distributed online from March to June 2021. Data analysis techniques were carried out using descriptive quantitative methods. The results showed that most teachers and principals had a positive perception of the implementation of school accreditation to ensure the quality of education in schools. This positive perception is one of the supporting factors for increasing public confidence in accreditation results to measure school quality in Indonesia. Keywords: Accreditation, Teachers, Principals, School Quality Assurance Abstrak. Implementasi penjaminan mutu sekolah berbasis akreditasi merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu yang dilakukan oleh pemerintah secara komprehensif, oleh sebab itu semua sekolah/madrasah wajib melakukan reakreditasi sekolah setiap lima tahun sekali. Hasil akreditasi menjadi gambaran kualitas sekolah secara umum yang dengan mudah dibaca oleh masyarakat. Dalam hal ini, guru dan kepala sekolah merupakan orang-orang yang secara langsung mengalami pelaksanaan kebijakan akreditasi dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi penjaminan mutu sekolah berbasis akreditasi di Yogyakarta menurut persepsi guru dan kepala sekolah. Penelitian ini akan menggunakan metode survei. Sampel penelitian kuantitatif ditentukan secara random dengan jumlah responden sebanyak 410 orang. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner yang dibagikan secara online mulai bulan Maret-Juni 2021. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas para guru dan kepala sekolah memiliki persepsi positif tentang implementasi akreditasi sekolah sebagai salah satu cara untuk menjamin mutu pendidikan di sekolah. Persepsi positif ini merupakan salah satu factor pendukung untuk terjadinya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap hasil akreditasi sebagai basis ukuran mutu sekolah di Indonesia. Kata Kunci: Akreditasi, Guru, Kepala Sekolah, Penjaminan Mutu Sekolah PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi di negara mana pun, ditentukan oleh adanya perkembangan pengetahuan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusianya. Oleh sebab itu, terbentuknya pendidikan berkualitas telah menjadi prioritas bagi bangsa mana pun (Ibrahim, 2014a). Di berbagai negara telah dikembangkan strategi-strategi pengembangan kualitas sumberdaya manusia, melalui peningkatan kualitas pendidikan (Lee & Gunderson, 2018), yang di antaranya dilakukan melalui proses penjaminan mutu pendidikan. Akreditasi sekolah merupakan salah satu cara yang dipandang efektif dalam upaya meningkatkan standar kualitas dalam pengajaran