FR-UBM-9.1.1.9/R1 Versi Online: http://journal.ubm.ac.id/ Journal of English Language and Culture Hasil Penelitian Vol. 8 (No. 2) : 111 - 118. Th. 2018 ISSN: 2087-8346 E-ISSN: 2597-8896 *Author(s) Correspondence: E-mail: evijovitaputri@gmail.com 111 DIRECTIVE SPEECH ACT SEEN ON FAMILY 2.0 DRAMA SCRIPT WRITTEN BY WALTER WYKES Evi Jovita Putri* English Literature Department, National University Received on 1 April 2018 / Approved 16 April 2018 ABSTRACT The research entitled Directive Speech Act Seen on Family 2.0 Drama Script Written by Walter Wykes purposes to describe and uncover the types of form and intended meaning of directive speech act on that drama script. This descriptive research uses pragmatic approach and theory. The collecting and analysing data are focused on the using of declarative, imperative, and interrogative sentences in the text of drama. The forms of those sentences will be analysed to find out the types of form of directive speech act, while the context of those sentences will be used to analyze the intended meaning of directive speech act uttered by speakers. The results of the research are found that, first, there are two types of the form of directive speech acts, direct directive speech acts and indirect directive speech acts. Direct directive speech acts are represented by imperative sentence without subject; imperative sentence with let; and negative imperative sentence. Meanwhile the indirect directive speech acts are represented by declarative sentence statement; declarative sentence if clause; negative declarative sentences; and interrogative sentences. Second, the intended meanings seen on drama script of Family 2.0 are command, prohibition, request, treat, and persuasion. It can be concluded that, the most frequent intended meaning appeared in directive speech acts on this script is command by the use of imperative forms. Then, the declarative and interrogative forms are used to request something by adults charaters; in contrast the kids characters use them to command and prohibit the hearer. Keywords: family 2.0, pragmatic, speech act, directive, form and intended meaning ABSTRAK Penelitian yang berjudul Tindak Tutur Direktif dalam Naskah Drama Family 2.0 Karya Walter Wykes bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk penggunaan dari tindak tutur direktif dalam naskah drama Family 2.0 serta mencari makna yang dimaksud penutur dibalik penggunaan tindak tutur direktif tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan pragmatik. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik simak dimana peneliti hanya mendapatkan data melalui tuturan tertulis yang ada dalam teks drama, kemudian didukung oleh video pementasan drama tersebut sebagai visualisasi dari konteks dan situasi tuturan. Data penelitian meliputi kalimat-kalimat yang dituturkan para tokoh. Analisis bentuk tindak tutur direktif dilakukan dengan cara menganalisis struktur kalimat penutur kepada mitra tutur, sedangkan analisis makna tindak tutur direktif diungkapkan dengan konteks kalimat atau aspek-aspek situasi tuturan. Adapun hasil penelitian ini adalah, pertama, bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan dalam naskah drama ini ada dua yaitu tindak tutur direktif langsung dan tidak langsung. Bentuk tindak tutur direktif langsung diwujudkan melalui kalimat imperatif tanpa subjek; kalimat imperatif dengan let; kalimat imperatif negatif, sedangkan bentuk tindak tutur direktif tidak langsung diwujudkan melalui kalimat deklaratif pernyataan; kalimat deklaratif pengandaian; kalimat deklaratif negatif; dan kalimat interogatif tipe yes/no question. Kedua, makna tindak tutur direktif dalam naskah drama ini ada lima yaitu makna perintah, larangan, permintaan, bujukan, dan ancaman. Berkaitan dengan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa makna yang paling dominan digunakan penutur adalah perintah yang disampaikan dalam bentuk kalimat imperatif. Kemudian bentuk deklaratif dan interogatif digunakan oleh penutur dewasa untuk menyatakan makna permintaan, sedangkan kedua bentuk tersebut biasanya digunakan oleh penutur anak-anak untuk menyatakan suatu perintah kepada mitra tutur. Kata Kunci: Family 2.0, pragmatik, tindak tutur direktif, bentuk dan makna