72 Model Three-Level Dual-Channel Supply Chain pada Sistem Sentralisasi dengan Memertimbangkan Waktu Tunggu Pengiriman Shinta Nur Pratiwi Ramadhani 1* , Ririn Setiyowati 1 , Titin Sri Martini 1 1 Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia āˆ— Corressponding author: shintanpr@student.uns.ac.id A B S T R A K INFO ARTIKEL Diterima : 1 Februari 2020 Diterima setelah revisi : 7 Maret 2020 Tersedia online : 15 Maret 2020 Kata Kunci: Sentralisasi, Three-Level, Waktu Tunggu A B S T R A C T The global market era changes the consumer behavior to shop the product, so the consumer can buy through online channel. Therefore, the producer develop the selling channel to sell their products through online channel and offline channel. In this research, we develop the three-level dual-channel supply chain by notice delivery lead time in the online channel used by the producer and develop selling channel from distributors so distributors can sell their product to consumer with direct selling. We construct the model with profit maximization motive of the system that consists producer, distributors, and retailer in the centralize system. The total profit function is nonlinear function without constrains with three decision variables. Furthermore, we determine the optimal solution of the model based on necessary and sufficient condition. Numerical simulations and sensitivity analysis show that the delivery lead time strongly influences the optimal total profit system. In addition, the delivery lead time strongly influences the optimal profit of manufacturer, distrbutors, and retailers. ARTICLE INFO Received : 1 February 2020 Received in revised : 7 March 2020 Available online : 15 March 2020 Keywords: Centralize, Lead Time, Three-Level 1. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah pola pembelian konsumen yang menyebabkan produsen mengembangkan struktur media penjualannya untuk menjangkau segmen pasar secara luas. Menurut Linton et al. [8] untuk mencapai segmen pasar yang lebih luas dapat dilakukan dengan strategi ketahanan perusahaan yang diperkuat melalui supply chain. Bilgen [2] menyebutkan bahwa supply chain management (SCM) adalah sistem terintegrasi yang meliputi pembelian, pembuatan, penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan produk. Disebutkan oleh Choi [4] bahwa penjualan produk menggunakan media online dapat memperluas segmen pasar, mengontrol harga produk, dan meningkatkan laba. Menurut Kumar et al. [7], supply chain dengan proses distribusi produk melalui media offline dan media online disebut dengan dual-channel supply chain. Model dual-channel supply d’CartesiaN Jurnal Matematika dan Aplikasi p-ISSN: 2302-4224 e-ISSN: 2685-1083 J o u r n a l h o m e p a g e: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/decartesian Era pasar global telah mengubah kebiasaan konsumen dalam membeli produk, sehingga konsumen dapat membeli produk melalui media online. Oleh karena itu, produsen mengembangkan media penjualannya melalui media online dan offline. Pada penelitian ini dikembangkan model three- level dual-channel supply chain dengan memertimbangkan waktu tunggu pengiriman pada penjualan melalui media online yang dilakukan oleh produsen serta mengembangkan media penjualan distributor sehingga distributor dapat menjual produk secara langsung ke konsumen. Konstruksi model bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan gabungan produsen, distributor, dan pengecer dengan sistem sentralisasi. Fungsi keuntungan gabungan merupakan fungsi nonlinear tanpa kendala dengan tiga variabel keputusan yaitu harga jual produsen pada media online, harga jual distributor langsung ke konsumen, dan harga jual pengecer ke konsumen. Selanjutnya, ditentukan solusi optimal model berdasarkan syarat perlu dan syarat cukup untuk fungsi multivariabel tanpa kendala. Hasil simulasi numerik dan analisis sensitivitas menunjukkan adanya pengaruh waktu tunggu pengiriman terhadap fungsi keuntungan gabungan yang optimal. Selain itu lamanya waktu tunggu pengiriman sangat berpengaruh pada besarnya keuntungan optimal produsen, distributor, dan pengecer.