Jurnal Generic, Vol. 9, No. 1, Maret 2014, pp. 301~308 ISSN: 1907-4093 (print), 2087-9814 (online) 301 Copyright © 2014 Jurnal Generic. All rights reserved Identifikasi Pribadi Berdasarkan Citra Telinga dengan Jaringan Syaraf Propagasi Balik Jeffy Dwitra 1 , dan Samsuryadi 2 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya E-mail: 1 dwitra.jeffy@gmail.com, dan 2 syamsuryadi@unsri.ac.id Abstrak Struktur telinga manusia memiliki ciri yang stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan wajah, karena struktur telinga tidak mengalami perubahan secara proporsional pada peningkatan usia. Penelitian ini menggunakan ekstraksi ciri Zernike moment invariants (ZMI) untuk menentukan karakteristik daun telinga, sedangkan pengenalan telinga menggunakan Jaringan Syaraf Propagasi Balik (JSPB). Hasil eksperimen menunjukkan akurasi pengenalan telinga mencapai sebesar 96,66%. Kata kunci: pengenalan telinga, Zernike moment, Jaringan Syaraf Propagasi Balik. Abstract The structure of human ear has a stable and more reliable feature than face, because the ear structure is proportionally unchangeable in age increasing. This research uses Zernike moment invariants (ZMI) to extract the ear characteristics, whereas ear recognition uses backpropagation neural networks (BPNN). The result of experiments showed that the accuracy was achieved 96.66%. Keywords: ear recognition, Zernike moment, backpropagation neural networks. 1. Pendahuluan Identifikasi seseorang merupakan permasalahan sangat penting terutama pada penggunaan internet atau media sosial. Keamanan data pribadi pengguna internet perlu dijamin dari akses orang-orang yang tidak berhak supaya data tersebut terlindungi dan terjaga secara optimal. Perlindungan terhadap data pribadi ini dapat dilakukan melalui penggunaan personal identification numbers (PIN), username dan password sewaktu login, serta menampilkan kartu identifikasi pada sistem komersial untuk keperluan otorisasi atau verifikasi [1]. Penggunaan beberapa hal di atas terdapat beberapa kelemahan, diantaranya seperti: sulit mengingat semua PIN, dapat digunakan orang lain yang tidak berhak, dapat hilang atau tercuri. Selain itu, kelemahan lainnya pengguna harus aktif berpartisipasi dalam proses identifikasi. Permasalahan di atas dapat ditanggulangi secara mudah dengan metode biometrik, karena pengguna (user) diidentifikasi oleh siapa dirinya, bukan dengan sesuatu yang harus diingat atau dibawa [1]. Penggunaan metode biometrik dapat mengenali keaslian karakteristik fisiologis atau spesifik yang dimiliki seseorang. Beberapa contoh biometrik yang banyak dipakai dalam menentukan seseorang, seperti: iris mata, sidik jari, retina, suara, wajah, telinga dan DNA [2]. Pengenalan identifikasi pribadi menggunakan telinga merupakan penelitian yang belum banyak dilakukan secara mendalam. Selain itu, terdapat dua keuntungan penggunaan telinga sebagai sumber data dibandingkan wajah [1]. Pertama, telinga tidak