JEMS (Jurnal Edukasi Matematika dan Sains), 9(2), 2021, 164-168 DOI:10.25273/jems.v9i2.10186 164 Profil Pemahaman Nature of Models (NoM) Mata Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Randudongkal Tahun Pelajaran 2019/2020 Cahyati Fitriyati, Joko Siswanto, Fenny Roshayanti © 2021 JEMS (Jurnal Edukasi Matematika dan Sains) This is an open access article under the CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) ISSN 2337-9049 (print), ISSN 2502-4671 (online) Abstrak: Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemahaman Nature of Models (NoM) mata pelajaran IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Randudongkal Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Randudongkal. Data dikumpulkan melalui metode tes yang dijabarkan berdasarkan indikator pemahaman Nature of Models (NoM). Berdasarkan hasil penelitian, al diperoleh rerata sebesar 56, dengan rincian 23% siswa dengan kategori “bai”k, 54% siswa dengan kategori “cukup”,), dan 23 % siswa dengan kategori “kurang”. Kata Kunci: pemahaman Nature of Models, IPA This study aims to describe the understanding profile of Nature of Models (NoM) in science subjects in class VIII students of SMP Negeri 3 Randudongkal for the 2019/2020 academic year. The research subjects were students of class VIII SMP Negeri 3 Randudongkal. Data was collected through a test method which was described based on the indicators of understanding Nature of Models (NoM). Based on the results of the study, al obtained an average of 56, with details of 23% students in the "good" category, 54% students in the "enough" category, and 23% students in the "less" category. Keywords: understanding of Nature of Models (NoM), IPA Pendahuluan Keadaan siswa dan tantangan yang dihadapi menjadi gambaran perlunya pemahaman stimulus yang baik pada siswa. Hasil penelitian pembelajaran yang menekankan pada pemahaman stimulus menunjukkan hasil yang optimal. Hasil penelitian Sujarwa dan Hidayati (2014) menunjukkan bahwa pada kegiatan modeling instruction seperti saat siswa diminta untuk memberi penjelasan konseptual atas pendapat dan jawaban baik secara lisan maupun tertulis serta pemberian masalah berdasarkan konsep dapatdijadikan sebagai alternatif lain dalam penilaian bukan hanya sebatas pada paper and pencil test saja. Sementara menurut Bamberger dan Davis (1993) sebagaimana dikutip Nurkholis (2019) Penelitian di USA melaporkan enam puluh lima siswa kelas enam dari satu guru sains di sekolah umum perkotaan di Midwestern USA siswa meningkat secara signifikan dalam beberapa pemodelan. Peningkatan ini berfungsi sebagai bukti bahwa instruksi berbasis model dapat membantu siswa memperoleh praktik pemodelan yang dapat mereka terapkan di area konten yang baru, dalam praktik pemodelan terdapat unsur yang digunakan dalam pemecahan masalah yaitu berfikir kreatif (Bamberger & Davis, 2013). Cahyati Fitriyati, Universitas PGRI Semarang fitricahya71@gmail.com Joko Siswanto, Universitas PGRI Semarang jokosiswanto@upgris.ac.id Fenny Roshayanti, Universitas PGRI Semarang fennyroshayanti@upgris.ac.id