J. Sains Kes. 2020. Vol 2. No 4. p-ISSN: 2303-0267, e-ISSN: 2407-6082 538 Journal homepage: https://jsk.farmasi.unmul.ac.id Efektivitas Antibakteri Senyawa Kurkumin terhadap Foodborne Bacteria: Tinjauan Curcuma longa untuk Mengatasi Resistensi Antibiotik Anak Agung Ayu Dewi Sekarini 1,* , Ita Krissanti 1,2 , Mas Rizky A. A. Syamsunarno 1,2 1 Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran 2 Departemen Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran *E-mail: ayusekarini75@gmail.com Abstract Antibiotic resistance has negatively impacted food safety and health with an increasing number of resistant foodborne bacteria, especially in foods from farm animals. Turmeric or Curcuma longa has curcumin as its primary active component, which is known to have a broad range of biological activities and low toxicity. Curcumin shows better antibacterial effectiveness than C. longa extract in vitro and in vivo studies, so that has significant potential as an antibacterial alternative because of its inexpensiveness, easy to find, and safe to use. However, curcumin is hydrophobic, which makes it hard to dissolve in the body. Thus, it needs other formulation to enhance its bioavailability. This review discusses the antibacterial activity of curcumin against foodborne bacteria, including various formulations, mechanisms, and the toxicity of curcumin. Keywords: Turmeric, Curcuma longa, Curcumin, Antibacterial, Foodborne bacteria Abstrak Resistensi antibiotik berdampak negatif terhadap keamanan pangan dan kesehatan dengan meningkatnya jumlah kejadian resisten pada bakteri yang dibawa makanan (foodborne bacteria), terutama makanan yang berasal dari hewan ternak. Kunyit atau Curcuma longa memiliki kandungan aktif terbesar berupa kurkumin, yang diketahui memiliki aktivitas biologis luas dan toksisitas rendah. Kurkumin memperlihatkan efektivitas antibakteri yang lebih baik daripada ekstrak C. longa pada penelitian in vitro dan in vivo sehingga memiliki potensi besar sebagai senyawa alternatif antibakteri karena murah, mudah ditemukan, dan aman untuk digunakan. Namun, kurkumin bersifat hidrofobik, yang membuatnya sulit larut di dalam tubuh. Oleh karena itu, kurkumin memerlukan formulasi lain untuk meningkatkan bioavailabilitasnya. Studi literatur ini membahas aktivitas antibakteri kurkumin terhadap foodborne bacteria yang meliputi berbagai formulasi kurkumin, mekanisme kerja, serta toksisitanya. Kata Kunci: Kunyit, Curcuma longa, Kurkumin, Antibakteri, Foodborne bacteria Submitted: 23 Juni 2020 Accepted: 13 Juli 2020 DOI: https://doi.org/10.25026/jsk.v2i4.219 Jurnal Sains dan Kesehatan