Jom FTEKNIK Volume 1 No. 2 Oktober 2014 1 STUDI LUBRICANT PROPERTIES (DENSITY) DENGAN PENAMBAHAN CALCIUM HYPOCHLORITE Rochman Saefudin 1 , Nazaruddin 2 , Dedy Masnur 2 Laboratorium Konstruksi & Perancangan, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Riau Kampus Bina Widya Km. 12,5 Simpangbaru, Pekanbaru 28293 aif_rohman@ymail.com 1 , nazaruddin.unri@yahoo.com 2 , dedymasnur@gmail.com 2 Abstract The need of unrenewable source synthetic lubricating oil is increasing thus many researchs have been conducted to find the substitute. Palm oil is one of alternatives, however direct use of palm oil as a lubricant remain cause problems namely high density of palm oil leads to imperfect lubrication. It is necessary to find the correct additif which is able to improve the lubricant properties. This research evaluate the addition of calcium hypochlorite to density of Palm Oil. The samples were prepared in 250 ml volume in three volume ratios which are (90:10), (85:15), and (80:20). The mixing process is conducted at 100 rpm and heated 120°C in 2 hours.The density test resultshows that calcium hypochlorite decreases the density of palm oil as follows 901 kg/m 3 for 90:10,898 kg/m 3 for 80:15, and 897 kg/m 3 for 80:20. Keywords: Lubricants, Palm Oil, Calcium Hypochlorite, Density 1. Pendahuluan Kebutuhan minyak pelumas yang terbuat dari bahan sintetik yang berasal dari sumber energi yang tidak dapat diperbaharui semakin meningkat, sehingga harus segera dilakukan pencarian bahan alternatif sebagai bahan dasar pelumas. Penambahan calcium hypochlorite pada minyak sawit telah dilakukan oleh AB Hassan, (2006) untuk mendapatkan densitas yang lebih baik sebagai pelumas, yaitu menghasilkan densitas sebesar 889 kg/m 3 . Dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa minyak sawit memiliki potensi cukup besar sebagai bahan dasar pelumas, karena memiliki karakteristik yang serupa dengan minyak pelumas yang berbahan dasar minyak sintetik [1]. Pemanfaatan minyak sawit secara langsung sebagai bahan pelumas ternyata masih dijumpai suatu masalah. Masalah yang dihadapi tersebut terutama disebabkan oleh nilai densitas minyak sawit yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan densitas minyak pelumas berstandar SAE 30 [2]. Pelumas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pelumasan yang menjamin kinerja dan efisiensi mesin karena pelumas dapat mengurangi nilai keausan panas yang terjadi pada dua permukaan yang saling bergesekan. Oleh karena itu pelumas yang baik dan aman sangat diperlukan. Minyak nabati memiliki beberapa kelebihan sebagai bahan dasar pelumas, antara lain daya lumas yang lebih baik dari pada minyak mineral dan daya lekat yang lebih baik pada bidang-bidang logam yang basah atau lembab [3]. Penggunaan minyak sawit sebagai bahan dasar pelumas khususnya pada pelumas cair dapat dijadikan alternatif bagi produsen minyak pelumas dalam menghasilkan bahan pelumas yang aman bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh calcium hypochlorite terhadap densitas dari minyak sawit yang dijadikan sebagai bahan dasar pelumas.