6 SYLVA: jurnal penelitian ilmu-ilmu kehutanan P- ISSN 2301 – 4164 DOI: https://doi.org/10.32502/sylva.v10i1.3605 E-ISSN 2549 – 5828 POTENSI SIMPANAN KARBON PADA TANAMAN ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) DI KECAMATAN ILIR BARAT I KOTA PALEMBANG POTENTIAL OF CARBON STORAGE IN ANGSANA PLANT (Pterocarpus indicus Willd) IN ILIR BARAT I DISTRICT, PALEMBANG CITY Yuli Rosianty 1 , Efendi Agus Waluyo 2 , Muhammad Surya Ganda Himawan 1 1 Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian, UM Palembang, Palembang 2 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang email korespondensi: osieelatief@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi simpanan dan serapan karbon pada jenis pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Untuk mengetahui potensi simpanan karbon digunakan rumus Persamaan Alometrik untuk mengestimasi biomassa yang tersimpan di dalamnya. Setengah dari biomassa adalah kandungan karbon yang tersimpan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendugaan simpanan karbon terbesar di RTH Kecamatan Ilir Barat I pada titik pengamatan GOR/PSCC dengan total kandungan karbon 17.999 ton/ha dengan jumlah individu 23 jenis tumbuhan Angsana. (Pterocarpus indicus Willd). Untuk Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang diharapkan dapat meningkatkan jumlah tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd) karena tanaman ini dapat menyerap karbon yang cukup dan memiliki akar yang kuat. Kata Kunci: Angsana, Allometrics, Simpanan Carbon Abstract This aims of the study is to determine the potential for carbon deposits and uptake in Angsana (Pterocarpus indicus Willd) tree species. This research was carried out in December 2019. To determine the potential for carbon storage, the Allometric Equation formula was used to estimate biomass stored in it. A half of the biomass is carbon content stored. The results of this study showed that the largest estimation of carbon storage in green space of Ilir Barat I District at the point of observation of GOR / PSCC with a total carbon content of 17,999 tons / ha with an individual number of 23 species of Angsana plants (Pterocarpus indicus Willd). For the District of Ilir Barat I in the City of Palembang, it is expected to increase the number of Angsana (Pterocarpus indicus Willd) plants because these plants can absorb enough carbon and have strong roots. Keywords: Angsana, Allometrics, carbon storage Genesis Naskah (Diterima : Mei 2021, Disetujui : Juni 2021, Diterbitkan : Juni 2021) Pendahuluan Latar Belakang Indonesia memiliki sumberdaya alam dan energi yang banyak. Namun, sumber energy semakin menipis dikarenakan semakin banyak digunakan secara terus- menerus. Sumber energi yang berasal dari fosil merupakan sumber energy yang tidak bisa terbaharukan. Oleh karena itu perlu mencari altarnatif sumber energi yang bisa diperbaharui, salah satunya sumber energi yang bisa diperbaharui untuk menggantikan sumber energi yang berasal dari fosil adalah biomasa kayu. Biomassa Kayu merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satu Jenis kayu yang bisa dijadikan sumber energi yang bisa diperbaharui adalah Kaliandara (Calliandra calothyrsus). Kaliandra merupakan jenis tanaman serbaguna dan mudah ditanam, dan cepat tumbuh. Spesies Calliandra calothyrsus merupakan salah satu spesies yang sangat populer di Indonesia, terutama di masyarakat yang berada pada areal kawasan hutan di pulau Jawa sebagai tanaman multiguna untuk konservasi lahan, reklamasi lahan marginal, hijauan pakan ternak, pakan lebah, penyedia pupuk hijau, kayu bakar, dan bubur kayu (pulp) untuk membuat kertas menurut Tangendjaja et al., (1992). Peningkatan pemukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dan perubahan iklim global merupakan akibat dari beberapa pemanasan global. Peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi salah satu penyebab tejadinya pemanasan global (Adinugroho et al, 2006). Penyebab utama meningkatnya konsentrai gas rumah kaca yaitu Karbon dioksida (CO2) dengan presentasi lebih dari 50%. Emisi CO2 tersebut berasal dari berbagai aktivitas manusia diantaranya alih fungsi lahan, lahan pertanian, penggunaan bahan bakar fosil dan deforestasi (World Watch Institute, 2009 dalam Rinjani, 2016). Studi BAPPENAS tahun (2009) dalam Agustin (2018) menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. Sumber polusi udara diperoleh dari emisi gas buang kendaraan bermotor