JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018) 2337-3520 (2301-928X Print) A155 AbstrakITS menerapkan eco campus yang artinya kampus yang peduli dan berbudaya lingkungan serta telah melakukan pengelolaan lingkungan secara sistematis dan berkesinambungan. Program ITS Eco-Campus memiliki beberapa fokus, salah satunya adalah Program Penghijauan Hutan Kampus Terpadu. Akan tetapi, terdapat beberapa masalah yang dihadapi ITS dalam penerapannya, seperti tidak adanya peta lahan di ITS dan sulitnya memantau pengolahan lahan. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang berguna untuk memantau lahan, salah satunya dengan menggunakan peta 3D pada lahan ITS. Pembuatan peta 3D lahan ini dibuat dengan menggunakan unity engine. Kemudian, hasil peta 3D tersebut akan dimuat ke dalam sebuah web dan dapat diatur keadaannya secara real-time. Diharapkan dengan pembuatan peta 3D lahan tersebut ITS ini dapat memonitor lahannya dengan baik dan mudah Kata Kunci Eco-campus, Lahan ITS, Peta 3D, Unity. I. PENDAHULUAN TS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) memiliki program eco campus. Menurut EAUC (Environmental Association for Universities and Colleges), Eco campus merupakan Sistem Manajemen Lingkungan Nasional (EMS) dan bentuk penghargaan untuk sektor pendidikan perguruan tinggi [1]. Skema/pola penghargaan tersebut memungkinkan perguruan tinggi untuk diakui menangani kunci permasalahan dari keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Program ini diterapkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian civitas kampus dalam berpartisipasi dalam hal pelestarian lingkungan. Program ITS Eco-Campus memiliki beberapa fokus, diantaranya adalah 1) Program Evaluasi dan Revitalisasi Masterplan ITS berbasis eco campus, 2) Program Socio Engineering - Implementasi Eco-Campus Terpadu, 3) Program Sistim Pergerakan Internal yang Aman, Nyaman, Sehat, Manusiawi, 4) Program Peningkatan Efisiensi Pemakaian dan Kualitas Air, 5) Program Peningkatan Efisiensi Energi Listrik, 6) Program Pengelolaan Sampah Terpadu, 7) Program Penghijauan Hutan Kampus Terpadu, dan 8) Program Pembuatan Wahana Transportasi Internal Kampus Ramah Lingkungan. Dari semua program eco campus tersebut, yang akan menjadi fokus dalam penelitian kajian ini adalah Program ke-7 yaitu Program Penghijauan Hutan Kampus Terpadu. ITS memiliki luas lahan sebanyak 1.720.000 m2 [2]. Lahan tersebut ada yang berisi bangunan di atasnya dan ada yang tidak memiliki bangunan di atasnya. Dari lahan kosong tersebut akan dijadikan tempat untuk Program Penghijauan Hutan Kampus Terpadu. Karena luas lahan yang dimiliki oleh ITS terlalu luas, sehingga menyulitkan dalam menjalankan programnya. Adapun masalah yang dihadapi ITS adalah sebagai berikut : 1) Tidak adanya peta lahan di ITS. Sampai sekarang ITS masih belum memiliki peta yang menggambarkan lahan yang dapat dijadikan patokan dalam menjalankan program penghijauan ITS. Dengan tidak adanya peta lahan ITS mengakibatkan ITS tidak dapat mengetahui fungsi maupun keadaan dari lahan tersebut, apakah lahan tersebut sedang dipakai dalam pengerjaan proyek bangunan, masih menjadi lahan kosong, rawa atau bahkan sudah digunakan oleh masyarakat sekitar ITS untuk berkebun. 2) Sulitnya memonitoring pengolahan lahan. Selama ini setiap ada program penghijauan kampus seperti gugur gunung hasilnya masih sulit untuk dimonitor. Pemantauan penghijauan kampus meliputi lahan mana yang dipakai, tanaman apa yang ditanam, akapan penanamannya, serta pertumbuhan akan tanaman tersebut yang menyulitkan karena tidak adanya dokumentasi. Karena masih kurangnya penanganan lahan di ITS, perlu dibuat patokan-patokan lahan ITS agar ITS dapat mengelola lahan yang terlupakan tersebut dengan baik. Dari kekurangan tersebut diperlukan suatu alat pemantauan kondisi lahan. Disini peneliti membangun alat serupa yang dinamakan Monlah. Salah satu fitur yang dimiliki Monlah yaitu peta 3D yang nantinya akan menampilkan denah ITS secara keseluruhan. Peta yang akan dibangun oleh peneliti memiliki fitur Virtual Reality (VR). Virtual Reality merupakan konsep teknologi yang dapat memungkinkan seseorang untuk merasakan atau menikmati suasana suatu tempat tanpa harus secara langsung berada pada tempat tersebut. Dengan menggunakan konsep Virtual Reality ini, penulis bertujuan untuk membuat peta interaktif tiga dimensi dengan obyek lahan di ITS. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan lahan di ITS dapat dijalankan dengan maksimal. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Eco-campus Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya mendefinisikan eco-campus sebagai kampus yang peduli dan berbudaya lingkungan serta telah melakukan pengelolaan lingkungan Rancang Bangun Peta Interaktif Tiga Dimensi Monitoring Lahan (Monlah) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Ramadhan Erry P., Febriliyan Samopa, dan Amna Shifa Nisafani Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: amnashifia@its-sby.edu I