13 Sinergitas Pemberdayaan Pondok Pesantren Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyakat Universitas Islam “45” Bekasi Devosi. Vol. 1. No 2. 2020 SINERGITAS PEMBERDAYAAN PONDOK PESANTREN Purnama Putra (Universitas Islam 45, purnama.p41@gmail.com) Nurul Huda (Universitas Yarsi, pakhuda@yahoo.com) Hasan Basri (Universitas Islam 45, hasanbasri_1984@yahoo.com) M. Harun Alrasyid (Universitas Islam 45, maharuna13@gmail.com) Anna Sardiana (Indonesia Banking School, anna.sardiana@ibs.ac.id) Rizqi Maulida Amalia (Universitas Al-Azhar Indonesia, rizqi.maulida@gmail.com) Puspita (Indonesia Banking School, puspita@ibs.ac.id) Zulfison (Indonesia Banking School, zulfison@ibs.ac.id) Alvien Nur Amalia (Indonesia Banking School, alvien.amalia@ibs.ac.id) Dewi Savitri Qurnain (ILUNI PSKTTI UI, dewisigit4@yahoo.com) Abstract The existence of pesantren in the midst of society has a very strategic meaning. Pesantren institutions that are rooted in the community, especially rural communities, are a separate force in arousing the enthusiasm and passion of the community for progress. One of the pesantren that has a long history of the Republic of Indonesia is pesantren Cijati Majalengka. Darul Falah Islamic Boarding School, Cijati. The Community Empowerment Program in Islamic Boarding Schools in terms of economic, social, psychological-counseling, religion, education and other aspects through community service cooperation between universities and partners is expected to provide optimal empowerment for the pesantren environment and the communities around the pesantren area. This service was carried out at the Darul Falah Islamic Boarding School which is located at Jl. K.H Mahfud No. 23 Kelurahan Cijati Kec / Kab. Majalengka with in-house training methods, in the form of socialization, training, and consultation. The conclusion of the community service carried out is the need for a holistic empowerment synergy to increase the potential of the pesantren. Keywords : Pesantren, Islamic Boarding School, Community Empowerment 1. Pendahuluan Keberadaan pesantren ditengah- tengah masyarakat mempunyai makna sangat strategis. Lembaga pesantren yang mengakar pada masyarakat terutama masyarakat pedesaan merupakan kekuatan tersendiri dalam membangkitkan semangat dan gairah masyarakat untuk meraih kemajuan menuju ke arah kehidupan yang makin sejahtera. Melainkan juga sebagai penggerak ekonomi bagi masyarakat pedesaan (Hamdani, 2020). Pesantren dengan segala potensinya berusaha mengubah masa depan pesantren, bukan hanya mampu memproduksi kyai, da’i, ahli hadis, dan pembaca kitab kuning, namun lebih dari itu, dengan perantara jalur pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan luas, menguasai segala bidang ilmu pengetahuan dan mampu menyatukan ilmu-ilmu agama dengan ilmu umum yang menyangkut kehidupan masyarakat (Putra, 2014; Putra et al., 2018) Salah satu pesantren yang mempunyai sejarah panjang terhadap NKRI adalah pesantren Cijati Majalengka. Pondok Pesantren Darul Falah Cijati merupakan lembaga pendidikan pesantren yang sudah cukup tua di kabupaten Majalengka. Berdiri sejak menyebarnya Islam di Desa Cijati yang pada tahun 1906 ketika masih bernama Pesantren Cijati yang pada saat itu dipimpin oleh KH. Moh. Alwi. Kepemimpinan Pesantren diteruskan oleh putra tunggal KH.Moh. Alwi yang bernama KH. Mahfudz (Ponpes Darul Falah Cijati, 2020).