MAHASISWA PERTUKARAN PELAJAR MUSLIM DAN FASILITAS IBADAH MUSLIM DI JEPANG Ahmad Syamsu Rizal, Nurti Buddiyanti, Putri Naura Syifa Alika* Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung * Kontak penulis. Email: putrinaura@upi.edu ABSTRACT As we know, Japan has opened up their self since Meiji Restoration. Various cultures and beliefs began to enter Japan, and Islam was one of it. Muslim-friendly facilities are also expanding in Japan. Moreover, Muslims definitely need facilities for shalat,wudlu, and equipment for prayer. Prayer room must also meet certain standards. Whether the prayer room is free from najs and whether it has access to water for wudl must also be considered. Considering that Japan is not a country where the majority of the population does not worship Islam, there may be some rules that they do not fully understand. Therefore, we as Muslims must understand these rules. By using journal research methods and distributing questionnaires, this study will discuss the issue of prayer facilities in Japan. Keyword: Facility, Japan, religion, muslim, student exchange, prayer ABSTRAK Seperti yang sudah kita ketahui, negara Jepang saat ini sudah membuka dirinya sejak adanya restorasi meiji. Berbagai budaya dan keyakinan mulai masuk ke negara ini, tak terkecuali agama Islam. Fasilitas-fasilitas yang ramah terhadap umat muslim pun semakin meluas di wilayah Jepang. Apalagi umat muslim pasti membutuhkan fasilitas untuk beribadah,mulai dari tempat wudhu,tempat shalat, dan peralatan untuk shalatnya. Tempat untuk shalat pun harus memenuhi standar-standar tertentu. Apakah tempat itu terbebas dari najis dan apakah tempat itu memiliki akses air yang cukup untuk berwudhu pun harus dipertimbangkan. Mengingat negara Jepang bukanlah negara yang mayoritas penduduknya tidak menganut agama Islam,mungkin ada beberapa aturan yang belum mereka pahami sepenuhnya. Karena itulah, kita sebagai umat muslim haruslah paham dengan aturan-aturan tersebut. Dengan menggunakan metode riset jurnal dan penyebaran angket, penelitian ini akan membahas persoalan mengenai fasilitas ibadah umat muslim yang ada di Jepang. Kata kunci: Fasilitas, Jepang, agama, muslim, pertukaran pelajar, ibadah 1. PENDAHULUAN Negara Jepang sering dikatakan sebagai negara yang muslim friendly. Tak heran,karena disana sudah mulai banyak dibangun fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kehidupan seorang umat muslim. Dimulai dari tempat makan halal yang mulai banyak bermunculan,tempat ibadah pun dapat ditemukan di sekitaran perkotaan Jepang. Karena banyaknya warga negara asing yang beragama muslim datang ke Jepang untuk bekerja,belajar,ataupun sekedar untuk berwisata, maka pemerintah Jepang pun mulai memikirkan cara agar pendatang tersebut nyaman ketika berada di negaranya. Hal inilah yang membuat negara Jepang mulai dikatakan muslim friendly. Apalagi untuk seorang umat muslim, shalat merupakan sebuah kewajiban. Umat muslim harus melaksanakan ibadah shalat 5 waktu dalam sehari. Seperti yang kita ketahui, pada saat itu shalat diperintahkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw sebanyak 50 kali. Namun pada akhirnya Allah swt memberi keringanan kepada Nabi Muhammad saw untuk