Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 15, Nomor 1, Juni 2014, hlm. 68-83 The Measurement of Sustainable Development in Indonesia Akhmad Fauzi, Alex Oxtavianus 1 Faculty of Economics and Management - Bogor Agricultural University Jl. Kamper, IPB Dramaga Campus, Bogor - West Java - Indonesia 16680 Phone/Fax: +62 251-8626520 / 8626631 E-mail : fauziakhmad@gmail.com, leaxoct@gmail.com Abstract Nearly the end of the Millennium Development Goals (MDGs) era, bring back ideas for looking international development goals. Sustainable Development Goals (SDGs) is one of them. In this study, sustainable development has defined as the balance of economic, social and environmental. The achievement of sustainable development is measured by using two different approaches, partial and composite indicator. Partial development indicators showed progress in economic and social dimensions. However, progress in these areas seems to put pressure on the environment. Sustainable Development Index (IPB), which is a composite of GDP, HDI and IKLH (Environmental Quality Index) also gives the same message. By using a balance between dimensions of development technique, as chosen scenario, sustainable development in Indonesia reached about two-thirds of the maximum target. Hight progress in economic and social ultimately corrected by environmental degradation. Keywords: sustainable development, the composite index, economic development, environmental JEL Codes: Q01, C43, N50 Pengukuran Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Abstrak Hampir berakhirnya era Millennium Development Goals (MDGs) memunculkan pemikiran untuk kembali mencari tujuan pembangunan yang disepakati secara internasional. Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah salah satunya. Dalam penelitian ini, pembangunan berkelanjutan dijabarkan sebagai keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan. Capaian pembangunan berkelanjutan diukur dengan menggunakan dua pendekatan yang berbeda, parsial dan komposit antar indikator. Indikator pembangunan secara parsial menunjukkan adanya kemajuan di bidang ekonomi dan sosial. Namun kemajuan di kedua bidang tersebut nampaknya memberikan tekanan pada lingkungan. Indeks Pembangunan Berkelanjutan (IPB), yang merupakan komposit dari PDRB, IPM dan IKLH juga memberikan pesan yang sama. Dengan menggunakan skenario keseimbangan antar dimensi pembangunan, sebagai skenario terpilih, pembangunan berkelanjutan di Indonesia baru mencapai sekitar dua per tiga dari target maksimum. Kemajuan yang cukup tinggi pada bidang ekonomi dan sosial pada akhirnya terkoreksi oleh degradasi lingkungan. Kata kunci: pembangunan berkelanjutan, indeks komposit, pembangunan ekonomi, lingkungan JEL Codes: Q01,C43,N50