Malnutrisi pada Lansia di Kota Pekanbaru Malnutrition in Elderly in Pekanbaru City Wulan Sari, Winda Septiani Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru ABSTRAK Keywords : elderly, malnutriƟon, Pekanbaru, masƟcatory impairment Kata Kunci : lanjut usia, malnutrisi, Pekanbaru, sulit mengunyah JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS (JOURNAL OF COMMUNITY HEALTH) KESKOM. 2019;5(1):44 - 48 http://jurnal.htp.ac.id J ABSTRACT MalnutriƟon is a state of lack, excess, or imbalance of energy, proteins, and other nutrients that cause bad effects on body shape, funcƟon, and clinical results. The proporƟon of the populaƟon aged> 65 years increased from 2011 to 2015. In 2011, the proporƟon of the elderly populaƟon was 4.2% lower than in 2015, which was 4.8%. This study aims to determine the prevalence and risk factors for malnutriƟon in the elderly in Pekanbaru City, Riau Province. The study was conducted on 2018 in 20 Community Health Centers, Pekanbaru city. The populaƟon were elderly whose in Pekanbaru City, Riau Province. Samples were a porƟon of the populaƟon that meets the inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria were respondents with age ≥ 60 years, did not experience severe / chronic illness, and were willing to take part in the study. Exclusion criteria were respondents to motor aphasia, illiteracy, and demenƟa / senility. This was a quanƟtaƟve analyƟc study with cross secƟonal design. Data collecƟon was done with primary data. The collected data were analyzed by univariate, bivariate, and mulƟvariate analysis, so that the independent variables that were most influenƟal on elderly health problems in Pekanbaru City were known. The results showed that the prevalence of malnutriƟon was 3.1% and risk factors were masƟcatory impairment with an OR: 5.546 (95% CI: 1.468-20,950). It is hoped that the role of the family will pay aƩenƟon to the nutriƟonal intake of the elderly who have chewing difficulƟes with the help of officers. Correspondence : Wulan Sari, Jl. Melur No. 17, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Email : wulan.sari71@hotmail.com, 0813 8596 8589 • Received 16 Nopember 2018 • Accepted 18 Maret 2019 • p - ISSN : 2088-7612 • e - ISSN : 2548-8538 • DOI: hƩps://doi.org/10.25311/keskom.Vol5.Iss1.296 Copyright @2017. This is an open-access arƟcle distributed under the terms of the CreaƟve Commons AƩribuƟon-NonCommercial-ShareAlike 4.0 InternaƟonal License ( ) hƩp://creaƟvecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ which permits unrestricted non-commercial used, distribuƟon and reproducƟon in any medium Malnutrisi adalah suatu keadaan kekurangan, kelebihan, atau keƟdakseimbangan zat gizi energi, protein, dan zat gizi lain yang menyebabkan efek yang buruk pada bentuk tubuh, fungsional tubuh, serta hasil klinis. Proporsi penduduk usia > 65 tahun meningkat dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Pada tahun 2011, proporsi penduduk usia lanjut sebesar 4,2% lebih rendah dibandingkan pada tahun 2015, yaitu sebesar 4,8%. PeneliƟan ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko malnutrisi pada usia lanjut di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. PeneliƟan dilakukan pada tahun 2018 di 20 Puskesmas Kota Pekanbaru. Populasi adalah usia lanjut yang di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Sampel adalah sebagian populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah responden dengan usia ≥ 60 tahun, Ɵdak mengalami penyakit berat/kronis, dan bersedia ikut peneliƟan. Kriteria eksklusi adalah responden afasia motorik, buta huruf, dan demensia/pikun. PeneliƟan ini bersifat kuanƟtaƟf analiƟk dengan jenis desain cross secƟonal. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan mulƟvariat, sehingga diketahui variabel indepeden yang paling berpengaruh terhadap masalah kesehatan lanjut usia di Kota Pekanbaru. Hasil peneliƟan didapatkan prevalensi malnutrisi sebesar 3,1% dan faktor risiko adalah variabel sulit mengunyah dengan nilai OR: 5,546 (95%CI: 1,468-20,950). Diharapkan peran keluarga memperhaƟkan asupan gizi lansia yang mengalami kesulitan mengunyah makanan dengan dibantu oleh petugas puskesmas.