DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5, No. 5 Oktober 2021, Hal. 1331-1340 DOI: https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i5.3965 P-ISSN 2614-7424 | E-ISSN 2614-8927 1331 Metode Brainstorming dan Media Audiovisual Dalam Upaya Mengedukasi Kader Untuk Secara Mandiri Mengenali dan Mengelola Stunting di Desa Larike Kabupaten Maluku Tengah Khartini Kaluku 1 , Santi Aprilian Lestaluhu 2 , Martha Puspita Sari *3 1,2,3 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku, Jalan Laksdya Leo Wattimena, Ambon *e-mail: kalukukhartini@gmail.com 1 , santiaprilian09@gmail.com 2 , martha.puspita6@gmail.com 3 Abstract Stunting is a condition when a person's height is known to be shorter when compared to someone else's age. Stunting rate in Indonesia is high, straight line with poor nutrition. The purpose of this community service is to increase knowledge of stunting through health counseling methods and handle independently through cadre assistance. This method begins with brainstorming and Focus Group Discussion (FGD) followed by training, distribution of leaflets, and screening of video stunting to Posyandu cadres accompanied by nutrition assistance as much as 3x visits in the context of independent handling of stunting for toddlers. The results obtained that there is an increase in knowledge after brainstorming and playback of audiovisual media through counseling using these media using the Wilcoxon test with a p-value of 0.00. The conclusion is that the method of brainstorming and audiovisual media is an effective media as an alternative to educating cadres and being able to recognize and manage stunting independently. Keywords: Audiovisual, brainstorming, cadre, stunting Abstrak Stunting adalah suatu keadaan bila tinggi badan seseorang diketahui lebih pendek jika dibandingkan dengan tinggi badan orang lain yang sebaya. Angka stunting di Indonesia termasuk tinggi bergaris lurus dengan angka gizi buruk. Tujuan pengabdian masayarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting melalui penyuluhan kesehatan dan melakukan penanganan secara mandiri melalui pendampingan kader. Metode ini diawali dengan brainstorming dan Focus Group Discussion (FGD) dilanjutkan dengan pelatihan, pembagian leaflet dan pemutaran video stunting kepada Kader Posyandu disertai pendampingan gizi sebanyak 3x kunjungan dalam rangka penanganan mandiri stunting pada balita. Lokasi pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah brainstorming dan pemutaran media audiovisual melalui penyuluhan menggunakan media tersebut menggunakan uji Wilcoxon dengan p value 0,00. Kesimpulannya adalah metode brainstorming dan media audiovisual merupakan media yang efektif sebagai salah alternatif untuk mengedukasi kader dan mampu mengenali dan mengelola stunting secara mandiri. Kata kunci: Audiovisual, brainstorming, kader, stunting 1. PENDAHULUAN Kualitas sumber daya manusia di Indonesia menghadapi masa penurunan. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah adanya kekurangan gizi pada anak calon penerus bangsa. Angka gizi buruk di Indonesia terhitung tinggi dengan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2016, status gizi pada balita usia 0-59 bulan menunjukkan persentase gizi buruk sebesar 3,4% dan gizi kurang sebesar 14,4% (Riskesdas, 2018). Salah satu dampak dari kekurangan gizi adalah terjadinya tumbuh pendek pada anak atau sering disebut dengan stunting. Stunting merupakan malnutrisi yang terjadi secara kronis akibat dampak kumulatif dari kurangnya gizi serta terjadinya penyakit infeksi yang terjadi dalam jangka waktu panjang. Stunting pada balita ditandai dengan tinggi badan menurut umur (TB/U) atau panjang badan menurut umur (PB/U, untuk anak usia <24 bulan) kurang dari -2 SD (standar deviasi) berdasarkan median referensi. Angka Stunting di Indonesia termasuk tinggi bergaris lurus dengan angka gizi buruk. Penyebab utama dari terjadinya kasus stunting adalah kurangnya