Proceeding Biology Education Conference Volume 14, Nomor 1 Halaman 581-584 p-ISSN: 2528-5742 Oktober 2017 SP-019-004 Analisis Validitas terhadap Pengembangan Handout Berbasis Masalah pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP/MTS Analysis of The Validity of the Development of Problem Based Handout on Environmental Content Chapters Class VII SMP/MTS Diana Ika Sistyarini*, Supiana Dian Nurtjahyani Progam Studi Pendiikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban *Corresponding author: dianaikasistyarini@gmail.com Abstract: Development of textbook such as handout development is mostly done as support for learning. the development of handout is done with the purpose of completing the tekstbook so that student are able to understand the learning material well besides the development of handout done to add informasion. But in the development of handouts it is necessary to analyze the validity of handouts used in the lesson. This research that purpose to analyze the level of validity to the development of problem based handout on environmental pollution chapter class VII SMP/MTs through validity test. The problem based handout validity test in done by the material expert and media expert from the validation result gets the percentage value based on the aspect of the contect of 80,95%, the material presentation is 83,34%, the readability aspect is 83,34% and the aspect of the problem presentation is 81,67%. Overall validity test result obtained a percentage value 82,33% with valid criteria. based on validity test result analysis of handouts developed it has been valid for use in learning. Keywords: Analyis, problem-based handouts, validity 1. PENDAHULUAN Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran diantaranya adalah penggunaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa. Bahan ajar merupakan koponen penting dalam pembelajaran karena bahan ajar merupakan sarana bagi siswa untuk belajar secara mandiri. Bahan ajar yang sering digunakan saat ini adalah LKS dan buku pelajaran yang di terbitkan oleh pusat perbukuan. LKS dan buku pelajaran biasanya hanya terpaku kepada materi dan penyelesaian soal yang hanya mengutamakan keterampilan peserta didik dalam mengerjakan soal belum dapat menggali kemampuan berfikir kritis. sehingga pembelajaran hanya terbatas pada teori tanpa disertai penerapan dalam lingkungan nyata. Seperti pada materi pencemaran lingkungan kelas VII untuk SMP/MTs dalam pembelajaran materi pencemaran lingkungan merupakan materi yang merupakan permasalah yang sering ditemukan dalam lingkungan sekitar peserta didik sehingga mampu mengasah kemampuan berfikir kritis namun dalam buku dan LKS yang digunakan dalam pembelajaran hanya menyajikan pengertian, macam macam pencemaran lingkungan dan faktor faktor yang mempengaruhi tanpa disertai masalah yang nyata untuk mengasah kemampuan identifikasi dan analisis masalah. Oleh karena itu perlu adanya penunjang seperti handout untuk melengkapi bahan ajar yang digunakan agar siswa lebih memahami materi dan juga mengali kemampuan berfikir kritis agar mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Hal ini sejalan yang dinyatakan oleh Prastowo (2011) bahwa handout merupakan bahan ajar yang bersumber dari beberapaliteratur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok serta memudahkan siswa dalam proses pembelajaran Salah satu penelitian yang dilakukan oleh fitri (2012) menemukan bahwa handout dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa Pengembangan handout perlu di lakukan untuk melengkapi kebutuhan peserta didik atau sebagai komplemen dari modul / sumber belajar. Pengembangan handout tanpa memperhatikan pendekatan yang tepat tidak akan membawa manfaat yang besar. Pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan dalam pengembangan handout. Pendekatan yang tepat agar pembelajaran lebih bermakna dan mengasah kemampuan berfikir kritis adalah melalui pendekatan berbasis masalah. Pendekatan berbasis masalah menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep dari materi pelajaran. Mimik sudarmiati (2014) mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis masalah membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis, memecahkan masalah dan keterampilan intektual. Melalui pendekaatan berbasis masala diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.