JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS (JMB) p-ISSN : 1412-0593 http://ejournal.ust.ac.id/index.php/JIMB_ekonomi e-ISSN : 2685-7294 Volume 21 Nomor 2, September 2021 Pengaruh Upa Tulang, Jumlah Ulos, Pekerjaan, Dan Pendidikan Terhadap Sinamot: Kasus Perkawinan Batak Toba Di Medan. Oleh : Elvis Fresly Purba, Lastri 305 PENGARUH UPA TULANG, JUMLAH ULOS, PEKERJAAN, DAN PENDIDIKAN TERHADAP SINAMOT: KASUS PERKAWINAN BATAK TOBA DI MEDAN 1 Elvis Fresly Purba,. 2 Lastri 1,2) Dosen Tetap Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan Email : lastri.uhn@gmail.com Abstract The purpose of the research is to identify four factors that are consider to influence dowry (sinamot) in Batak Toba traditional marriage (traditional wedding) before the Covid-19 pandemic in Medan. The sample research is purposive sampling namely the parents of the groom as the providers of sinamot and financing their son’s traditional wedding. The sample method is non probability sampling, that is an accidental sampling with 40 families. Besides other the groom family (paranak), other sources of additional information are raja parhata because they can provide general information for the independent factors on sinamot. The factors considered in this research as independent variabales consist of upa tulang, number of ulos from the bride family (parboru) and two dummy variables that are job status and level education of the bride. The data is tabulated and then analyzed by multiple linear regression. The research show that four variables have a positive effect on the dowry. This is accordance with economic criteria show that upa tulang, number of ulos, job status of the bride and level education of the bride have positive effect on the sinamot. However based on partial test (t - test) only two variables have positive significant on the dowry namely upa tulang and job status of the bride. But based on simultaneous test (F-test) the four factors simultaneously effects on the dowry. Coefficient of determination (R 2 ) is 0,846 and R square adjusted is 0,828 which means 4 independent variables are able to explain the variation of the dowry between 82,8 to 84,6 percent. Keyword: dowry (sinamot), upa tulang, ulos parboru, job status and level education of the bride. PENDAHULUAN Salah satu hal yang sangat penting dan harus disepakati sebelum pesta adat perkawinan dalam etnis Batak Toba adalah mas kawin atau mahar. Orang tua pengantin lelaki (paranak) wajib memberi mas kawin kepada orang tua pengantin wanita (parboru) yang dikenal dengan sebutan sinamot kalau dilihat dari sisi paranak atau boli bila dilihat dari sisi parboru. Kedua istilah ini adalah sinonim, yaitu mas kawin atau mahar untuk boli dan mas kawin untuk sinamot (J. . Sarumpaet, 1994). Oleh karena itu sebutan boli dianggap sama dengan sinamot dan istilah terakhir inilah yang cukup populer dewasa ini di kalangan Batak Toba baik di desa maupun di kota. Rangkaian atau tahapan untuk memastikan besarnya sinamot sudah standar, biasanya mulai dari marhorihori dinding, marhusip hingga marhata sinamot/marpudun saut. “Acara patua hata/mangarisik-risik atau dapat juga disebut marhusip(Sinaga, 2013), yaitu suatu pertemuan resmi yang akan menghasilkan kesepakatan awal tentang pertunangan dan berbagai hal terkait pesta adat perkawinan. Sebelum sampai ke tahap marhusip, masing- masing pihak sudah mempertimbang lebih dulu biaya pesta adat perkawinan karena nilainya cukup besar, mencakup biayai makan bersama, sewa gedung, dokumentasi, musik, dan lain-lain. Ada dua macam istilah terkait dengan siapa yang membiayai pesta adat perkawinan, yaitu dialap jual atau taruhon jual (Banjarnahor, 2019). Kalau pesta adat dibiayai dan dilaksanakan di tempat parboru, maka disebut dengan istilah dialap jual dan sinamot yang diterima parboru menjadi lebih besar. Sebaliknya bila dibiayai dan dilaksanakan di tempat paranak yang disebut dengan istilah taruhon jual dan sinamot yang diberikan kepada parboru bisa lebih kecil. Dalam kaitan itu, besarnya biaya pesta menjadi pertimbangan bagi kedua belah pihak sebelum memutuskan nilai (besarnya) sinamot. Oleh karena itu pada saat