Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.12 No.3 Tahun 2012 Reduksi pH, BOD dan COD dalam Grey Water dengan Proses Elektrokuagulasi-Sedimentasi PENDAHULUAN Greywater merupakan bagian dari limbah cair domestik yang proses pengalirannya tidak melalui toilet, seperti air bekas mandi, air bekas mencuci pakaian, dan air bekas cucian dapur. Metcalf (1991) menyatakan sekitar 60 85% dari total volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair domestik. Hansen (1994) menyimpulkan bahwa sebanyak 75% dari total (Eriksson et al, 2001). Besarnya persentase grey water merupakan peluang untuk mengatasi krisis air tanah yang semakin menipis. Grey water yang diolah dengan baik dapat digunakan sebagai sumber air untuk keperluan perkebunan, pertanian, atau untuk penggelontoran toilet. Grey water dapat digunakan sebagai sumber air untuk keperluan perkebunan dan pertanian karena grey water mengandung fosfat, potasium, dan nitrogen yang merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tumbuhan. Pengolahan grey water lebih mudah dibandingkan black water (limbah cair domestik dari toilet) karena mengandung bakteri patogen yang lebih sedikit dan terdekomposisi lebih cepat (Lindstrom, 2000) Grey water mengandung beberapa parameter-parameter antara lain seperti pH, BOD (Biological Oksigen Demand), COD (Chemical Oksigen Demand), fosfat dan potasium (Lindstrom, 2000). Fosfat dan potasium akan menyebabkan eutrofikasi yang memicu pertumbuhan ganggang yang pesat pada permukaan badan air tersebut (Metcalf, 1991). Peristiwa eutrofikasi ini dapat menurunkan kualitas badan air permukaan karena dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam badan air tersebut. Sebagai akibatnya, makhluk hidup air yang hidup di badan air tersebut tidak 1 Dosen Fakultas Teknik Universitas Batanghari 2 Dosen Fak. Teknik Universitas Batanghari 3 Mahasiswa Fak. Teknik Universitas Batanghari dapat tumbuh dengan baik atau mungkin mati. Pengolahan terhadap grey water sangat penting dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi kosentrasi polutan dalam air buangan sehingga aman untuk dibuang ke badan air penerima. Pengolahan yang tidak optimal akan mengakibatkan bahaya polusi perairan maupun di tanah atau pencemaran yang kemudian menimbulkan ketidak senangan dalam kehidupan karena hilangnya estetika dan konservasi alam, dan akhirnya bahaya mengancam bagi kualitas manusia yang hidup disekitarnya (Chatib, 1986 dalam Endita et al., 2009). Salah satu bentuk pengolahan tersebut adalah kombinasi proses elektrokoagulasi-sedimentasi. Elektrokoagulasi merupakan proses koagulasi atau penggumpalan dengan tenaga listrik melalui proses elektrolisa untuk mengurangi atau menurunkan ion-ion logam dan partikel-partikel di dalam air (Beagles, 2004). Prinsip dasar dari elektrokoagulasi ini merupakan reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Dalam suatu sel elektrokoagulasi, peristiwa oksidasi terjadi di elektroda (+) yaitu anoda dan sekaligus berfungsi sebagai koagulan, sedangkan reduksi dan pengendapan terjadi di elektroda (-) yaitu katoda. Air yang diolah yang berfungsi sebagai larutan elektrolit (Beagles, 2004). Untuk proses elektrokoagulasi digunakan elektroda yang dibuat dari aluminium (Al), karena logam ini mempunyai sifat sebagai koagulan yang baik. Sedangkan, sedimentasi merupakan proses pengendapan setelah melewati proses elektrokoagulasi sehingga terbentuk flok dimana partikelnya bersifat flokulan pada suspensi encer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan proses elektrokoagulasi-sedimentasi dalam mereduksi parameter pH, BOD dan COD dalam grey water yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan Reduksi pH, BOD dan COD dalam Grey Water dengan Proses Elektrokuagulasi-Sedimentasi Monik Kasman 1 Siti Umi Kalsum 2 Asep Surna Aditia 3 Abstract Grey water is classified as domestic wastewater generated from residences drain, public and comercial facilites. In this research, grey water sample was obtained from residence at Jl. Kasturi I RT. 01 No. 32 Kelurahan Beliung Kecamatan Kota Baru Jambi. This research was aimed to observe the capability and the effectivity of combined process of electro-coagulation-sedimentation in reducing pH, BOD (Biological Oxygen Demand) and COD (Chemical Oxygen Demand) contained in grey water. Final effluent concentration was compared with The Indonesian Act of no. 82/2001 concerning on management of water quality and water pollution control. According to the results, reducing of pH, BOD and COD within voltage of 40 volt and detention time of 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes in electro-coagulation- sedimentation reactor were respectively 19,81 %, 48,41 %, dan 25,71 %. Excluding pH, final effluent concentration was still below concentration of parameter standardized in The Indonesian Act of no. 82/2001 concerning on management of water quality and water pollution control. Key words : grey water, electrocoagulation-sedimentation, pH, BOD, and COD 1