916 SENASPRO 2017 | Seminar Nasional dan Gelar Produk MODEL COMPREHENSIVE INTEGRATION MAHASISWA THAILAND DI UMM MENGHADAPI ASEAN COMMUNITY Gonda Yumitro Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang Alamat Korespondensi : Jl. Tlogomas No 246, Telp/Fax Institusi 0341-460948/0341-460782 E-mail: yumitro@gmail.com ABSTRACT Karya ini bertujuan mengelaborasi model yang tepat untuk menghadapi implementasi ASEAN Community. Metode yang digunakan untuk mendapatkan tujuan tersebut adalah dengan literature review dan melakukan wawancara terhadap para mahasiswa Thailand yang belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari hasil analisa data ditemukan fakta bahwa selama di Malang mereka mendapatkan berbagai hal baru baik secara keilmuan maupun sikap dan budaya yang akan membantu mereka mengenali realitas di Negara ASEAN lainnya. Apalagi selama studi di Malang, mereka pun sudah mulai melakukan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan budaya dan bahasa mereka, misalnya dengan mengadakan kursus bahasa Thailand. Melalui model interaksi seperti ini maka mutual understanding dan kohesi sosial yang disebut sebagai comprehensive integration pada masyarakat ASEAN akan lebih mudah diwujudkan. Kata kunci : ASEAN, Community, Kohesi, Integration 1. PENDAHULUAN ASEAN merupakan organisasi kerjasama regional pada bidang geopolitik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan oleh beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapore di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Dalam perkembangannya semua negara ASEAN lainnya seperti Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kambodja juga sudah bergabung menjadi anggota ASEAN (1). Maksud dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan budaya, dan sebagai media menangani konflik sehingga terwujud perdamaian di kawasan. Oleh karena itu, kerjasama ini tidak hanya sekedar kerjasama ekonomi melainkan juga kerjasama pada bidang pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, pembangunan dan keamanan, serta berbagai kerjasama transnasional lainnya. Dalam perkembangannya, ASEAN sebagai entity tunggal telah melakukan kerjasama dengan beberapa negara di luar kawasan lainnya. Hal ini misalnya terlihat dari kerjasama ASEAN + 3 dengan Jepang, Korea Selatan dan Cina. Demikian juga dengan kerjasama ASEAN + India (2). Dengan kerjasama model tersebut, maka eksistensi ASEAN semakin menguat sebagai entity tunggal. Selain itu, kerjasama dengan negara-negara di luar kawasan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kerjasama regional yang selama ini sudah terjalin. Apalagi selama ini posisi ASEAN dalam konteks ekonomi politik dunia sangat strategis. Di lihat dari geopolitik, kawasan ASEAN meliputi 3 % bagian daratan bumi dengan luas wilayah 4,46 juta km2. Jika dihitung dari jumlah penduduknya, organisasi ini memiliki populasi sejumlah 600 an juta atau sekitar 8 % dari total penduduk dunia. Demikian juga secara ekonomi yang mana GDB negara-negara ASEAN sudah mencapai angka US$ 3,084 triliun (3). Data di atas menunjukkan bahwa ASEAN telah menempati posisi penting dalam politik Internasional, utamanya dalam isu regionalisme. Para pakar menilai bahwa ASEAN merupakan regionalisme tersukses nomer dua di dunia setelah European Unions. Hal ini terlihat dari berbagai perkembangan positif yang terjadi dalam kerjasama regional ini. Kondisi yang ada di ASEAN berbeda dengan SAARC di Asia Selatan yang kental dengan isu hegemoni India. Berbeda pula dengan kerjasama Asia Timur yang diwarnai konflik, begitu juga tidak seperti kerjasama regional antara negara-negara Teluk atau Afrika.