Al-MISBAH Jurnal Islamic Studies Vol. 7, No. 1, April 2019, pp. 1-4 1 10.26555/almisbah.v7i1.1096 http://journal2.uad.ac.id/index.php/almisbah/ almisbah@pai.uad.ac.id Implementasi Ta’zir Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Al Masruriyyah Amin Tasih 1 , Ali Said 2 1,2 Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Received, Januari 5, 2019 Accepted, Maret 3, 2019 Al Masruriyyah Islamic Boarding School is one of the huts of the Tebuireng foundation that is still hungry for discipline in obeying the rules of the cottage. Al Masruriyyah Islamic boarding schools apply ta’zir as a form of consequence for santri who violate the rules of the cottage. This study aims to describe and analyze the implementation of ta’zir in increasing the discipline of santri in Al Masruriyyah Islamic boarding schools. This study uses a qualitative research approach. Data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. The data obtained will be compiled by reducing/summarizing the data, then presenting the data and drawing conclusions. Based on the research shows that: the implementation of ta’zir carried out by the management and has been approved by the supervisor and caregivers for giving ta’zir every 2 weeks. The criteria for the distribution of ta’zir are 3 from the low, medium and heavy according to the mistakes that have been made. The procedure for giving ta’zir (1) is advised, (2) in ta’zir (3) to be called to Ndalem. The impact of the implementation of ta’zir is that there is a better change in the implementation of teaching and learning activities, obeying the rules, and discipline in worship activities to Allah SWT. Keywords: Ta’zir Kedisiplinan Pondok Pesantren Al Masruriyyah This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Amin Tasih, Program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari, Email: amintasih@gmail.com 1. PENDAHULUAN Kedisiplinan adalah bagian yang tak terpisahkan dari Islam. Kedisiplinan bukan hanya sekedar tepat waktu saja, tetapi dalam segala hal atau aktifitas yang kita lakukan. Disiplin akan menumbuhkan sikap kepatuhan, kemandirian seseorang. Di dunia pendidikan hukuman atau punishment, yang umumnya istilah ini dikaitkan dengan tindakan kejahatan. Salah satu fungsi adanya hukuman adalah untuk meningkatkan kedisiplinan. Ta’zir diartikan mendiduk dan memperbsiki perilaku seseorang yang telah melakukan pelanggaran agar menyadari bahwa perbuatannya menyimpang dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. (Ahmad Wandi Muslich, 2005:248). Pondok Pesantren Al Masruriyyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang masih haus akan kedisiplinan dalam menaati peraturan pondok. Di Pondok Pesantren Al Masruriyyah, para santri dibina untuk disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi faktanya mengatakan bahwa ada beberapa santri yang tidak mengikiuti kegiatan, kemudian santri diberi nasehat tetapi tetap saja ada yang masih mengulangi perbuatan yang sama. Hal ini membuktikan bahwa santri tidak akan jera jika hanya dinasehati saja agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar aturan. Di pondok pesantren Al Masruriyyah Tebuireng Jombang diterapkan sistem ta’zir untuk menanggulangi terjadinya pelanggaran santri pada peraturan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanakan ta’zir ini semua santri yang tidak mematuhi aturan akan dikenakan sanksi atau hukuman ( ta’zir) sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh para santri. Dari penjelasan diatas penulis ingin melakukan penelitian tentang “Implementasi Ta’zir Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Di Pondok Pesantren Al