Jurnal Manajemen Bisnis Eka Prasetya (MBEP) Volume 5 Nomor 1 Maret 2019 ISSN : 2477-6718 24 PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMPETENSI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KEBUDAYAAN KOTA MEDAN BENA BR GINTING Prgram Studi Manajemen Informatika Akademi Informatika dan Komputer Medicom benagintingmunte@gmail.com Abstract This research was conducted to find out how Work Motivation and Work Competence Toward Performance of Medan City Culture Department Employees. This study uses three variables consisting of Performance variables namely Employees (Y), while the independent variables are Work Motivation (X1) and Work Competence (X2). This type of research is explanatory research through associative research, namely research that aims to explain the difference between two or more variables. The population in this study were all employees of the Medan City Culture Office received 38 civil servants. The method of data collection is done by literature study questionnaire, and observation. Data analysis conducted in this study was hypothesis testing with t test (partial test) and F test (simultaneous test). The results showed that: (1) based on partial tests of Motivation Influenced the performance of Medan City Culture Department employees with a t test of 3.721. (2) Based on a partial competency test on the performance of Medan City Culture Department employees with a t test of 4.073. (3) Based on the Simultaneous test the Effect of Work Motivation and Work Competence on the Performance of Medan City Culture Office Employees with an F test of 62.332. Keywords: Work Motivation, Work Competence and Employee Performance PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Pegawai Negeri Sipil yang bekerja pada instansi pemerintah atau disebut Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara memiliki kontribusi yang besar dalam memajukan instansi pemerintah. Setiap kinerja Pegawai Negeri Sipil memiliki pengaruh yang besar dalam pelaksanaan tugas- tugas yang diberikan untuk mencapai tujuan instansi pemerintah. Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada dasarnya adalah apa yang dilakukan pegawai tersebut sehingga mempengaruhi seberapa banyak mereka berkontribusi kepada instansi pemerintah demi tercapainya visi dan misi instansi tersebut. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur negara, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, mempunyai posisi sangat strategis dan peranan penting dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan demi kemajuan suatu negara. Sebagai aparatur negara, PNS berkewajiban menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab, kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, negara dan pemerintah. Dalam usaha meningkatkan kinerja aparaturnya, pemerintah menetapkan program manajemen kepegawaian berbasis kinerja. Salah satu peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk tujuan tersebut adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. Kinerja instansi pemerintah merupakan sejauh mana tingkat pencapaian tujuan instansi pemerintah sesuai dengan penjabaran dari visi, misi dan rencana strategi instansi pemerintah. Kinerja yang baik harus didukung dengan kemampuan dan motivasi kerja. Seperti yang disampaikan oleh Keith Davis (dalam Mangkunegara, 2005:13), ada dua faktor utama yang mempengaruhi kinerja individu yakni kemampuan (ability), dan motivasi kerja (motivation) individu tersebut. Kemampuan individual tergantung dari tingkat pengetahuan (knowledge) yang dimiliki, latar belakang pendidikan, dan keterampilan (skill) yang dikuasai. Sedangkan motivasi kerja individual tergantung sikap (attitude) sebagai motivasi dasar dan lingkungan yang mempengaruhi motivasi tersebut. Pembinaan dan peningkatan kinerja individu dapat dilakukan dengan pembinaan dan peningkatan kemampuan kerja dan