JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA ISSN: 1978-1261 Vol.4 No.1 Januari-Juni 2010 pp.14-31 MEMBANGUN RELASI SOSIAL MELALUI KOMUNIKASI EMPATIK (PERSPEKTIF PSIKOLOGI KOMUNIKASI) Ade Masturi *) *) Penulis adalah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Abstract : Empathy is one of the important elements in communication. It is the basic mode of communication, especially for adults. Empathic communication is effective when it is based on the awareness for understanding, care and attention between the communicator and communicant. The are some principles that should be applied, such as entire, morals, trying to understanding, belief, eye contact, smile, and understanding. Keywords : relation, social, empathic communication, psychology of communication. PENDAHULUAN Pengalaman hidup di dalam berinteraksi membuktikan betapa sulitnya hubungan antarmanusia. Tidak jarang orang mengerahkan sekian banyak tenaga hanya untuk menguraikan persoalan sepele. Dia menyisihkan sekian banyak waktu untuk menjelaskan maksud baik yang disalahpahami. Tidak menyapa pada saat bertemu, tidak tersenyum saat teman bergembira, tidak berkomentar saat teman berpakaian baru, dan sebagainya, yang boleh jadi dinilai sepele oleh satu pihak akan dapat mengakibatkan rentannya hubungan. Memang, hubungan antarmanusia sering diliputi oleh kabut, yang sering kali memicu lahirnya perselisihan dan aneka problem. Dengan berinteraksi dan berkomunikasi, maka dapat membentuk rasa saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan peradaban. Namun, komunikasi juga dapat menyuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan, dan menghambat pemikiran. Tidak jarang, konflik 1 sesama manusia terjadi akibat komunikasi yang kurang empatik. Kualitas hidup dan hubungan sesama manusia dapat ditingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang dilakukan. Tidak sedikit orang menganggap bahwa komunikasi itu mudah dilakukan, laksana semudah bernapas. Barulah pada saat seseorang memasuki pengalaman bahwa proses komunikasi yang biasa ia lakukan rusak atau macet, maka ia akan menyadari bahwa komunikasi itu ternyata tidak mudah. Kemampuan manusia dalam berkomunikasi secara empatik, kelihatannya mulai sirna dari individu-individu dalam masyarakat kontemporer. Akhir-akhir ini, kemampuan komunikasi empatik makin dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai kegagalan komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi sosial ataupun komunikasi antarbudaya, yang tak jarang dalam kehidupan sehari-hari telah menyulut kesalahpahaman, sikap saling menghakimi, saling menyalahkan, bahkan memicu terjadinya konflik. Manusia sering mengabaikan hal-hal yang kelihatannya kecil seperti cara berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kini, ancaman terhadap kemampuan dalam berkomunikasi secara empatik datang dari berbagai penjuru. Tulisan ini menganalisis komunikasi empatik. Apakah komunikasi empatik itu? Apa yang mendorong manusia berkomunikasi empatik? Kendala-kendala apa saja yang menghalangi untuk melakukan komunikasi empatik? Manfaat-manfaat apa yang diperoleh dari komunikasi empatik, kaitannya dalam membangun relasi sosial? PENGERTIAN KOMUNIKASI EMPATIK