PENGARUH WARNA PERANGKAP FEROMON TERHADAP HASILTANGKAPAN IMAGO Oryctes rhinoceros DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT THE EFFECT OF PHEROMONE-TRAP COLOR ON CATCHED YIELD OF Oryctes rhinoceros ADULT IN OIL-PALM ESTATE Idum Satia Santi dan Bambang Sumaryo FakultasPertanian,INSTIPER,Yogyakarta F.X. Wagiman* FakultasPertanian,UniversitasGadjahMada,Yogyakarta *Penulisuntukkorespondensi.E-mail:fxadisubroto@yahoo.com ABSTRACT Theeffectivenessofasynthetic-pheromonetrapwithactiveingredientofethyl-4-methyloctanoateincatchingadults of Oryctesrhinoceros wasbelievedtobeinfluencedbythetrapcolor.ARCBDtrialwithsinglefactorandthreeblock replicateswasconductedduringSeptembertoOctober2008atOil-Palm-TrialStationatPTPNIII,LabuhanBatu District,North-SumateraProvince.Thesinglefactorwastrapcolori.e.orange,green,white,blue,red,yellow,and pink.Resultsshowedthattotalnumbersandsexratiosofcollected O.rhinoceros adultswerenotsignificantlyinfluenced bythetrapcolor. Thetotalnumbersofcollected O.rhinoceros adultduring30daysoncoloroforange,green,white, blue,red,yellow,andpink were136,177,126,155,129,114, and113individualswithsexratios♂/♀0.47,0.52,0.62, 0.50, 0.60, 0.49, and 0.54, respectively. The synthetic pheromone significantly attracted more O. rhinoceros female (65%)ratherthanthemaleone(35%). Keywords:oilpalm, Oryctesrhinoceros,pheromone INTISARI Keefektifanperangkapferomonsintetikberbahanaktif ethyl-4-methyloctanoate dalammenangkapimago Oryctes rhinoceros diyakini dipengaruhi oleh warna perangkap tersebut. Percobaan RCBD faktor tunggal dengan tiga blok ulangan dilakukan pada bulan September sampai dengan Oktober 2008 di kebun penelitian kelapa sawit PTPN III, KabupatenLabuhanBatu,ProvinsiSumateraUtara.Faktortunggaltersebutyakniwarnaperangkapmeliputioranye, hijau,putih,biru,merah,kuning,dan pink.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwawarnaperangkaptidakberpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan dan sex ratio imago O.rhinoceros. Total imago O.rhinoceros yang tertangkap selama30haripadawarnaoranye,hijau,putih,biru,merah,kuningdan pink sebanyak136,177,126,155,129,114 dan 113 dengan sex ratio ♂/♀ 0,47; 0,52; 0,62; 0,50; 0,60; 0,49 dan 0,54. Feromon sintetik secara signifikan lebih banyakmenarikimagobetina(65%)daripadayangjantan(35%). Katakunci:feromon,kelapasawit, Oryctesrhinoceros PENGANTAR Kumbang badak [Oryctes rhinoceros L. (Coleoptera: Scarabaeidae, Dynastinae)] (Kalshoven, 1981) merupakan hama utama pada perkebunan kelapa sawit. Permasalahan hama kumbang badak ini semakin serius dengan pemanfaatan tandan kosong pada areal tanaman kelapa sawit sebagai mulsa dan pengganti pupuk non-organik. Pemanfaatan tandan kosong banyak diaplikasikan pada areal tanaman belum menghasilkan (TBM) dan pada tanaman menghasilkan (TM). Dampak negatif pemanfaatan tandan kosong yaitu sebagai tempat berkembangbiaknya O.rhinoceros.Akibatserangan hama ini perkebunan kelapa sawit bisa mengalami kerugian finansial yang sangat besar. Hama ini sangatmematikantanamankelapasawit.Serangan dapatterjadipadatanamansawitmudahinggatua. Kumbang O.rhinoceros menyerangtanamankelapa sawityangbaruditanamsampaiberumur2,5tahun. Kumbang ini jarang sekali dijumpai menyerang kelapa sawit yang sudah menghasilkan (TM). Kumbang menggerek pucuk sampai titik tumbuh sehingga menyebabkan malformasi daun. Pada serangan areal berat, hampir semua tanaman diserangolehhamaini,bahkansatutanamandapat digerek beberapa kali oleh kumbang ini sehingga dapat menyebabkan kematian pada tanaman (Sipayung&Sudharto,1985). Beberapa metode pengendalian populasi O. rhinoceros telah dikembangkan. Teknik pengendalian yang pernah dilakukan antara lain menangkap kumbang badak pada tanaman yang terserang, mengambil larva pada tumpukan batang JurnalPerlindunganTanamanIndonesia,Vol.14,No.2,2008:76–79