SEMINAR INFORMATIKA APLIKATIF POLINEMA (SIAP) 2020 ISSN 2460-1160 317 IMPLEMENTASI MONITORING AIR BERSIH PADA AQUARIUM IKAN KOI DENGAN NODEMCU ESP8266 MENGGUNAKAN METODE FUZZY TSUKAMOTO. Ikhsan Efendi 1 , Dwi Puspitasiari 2 , Irsyad Arif Mashudi 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang 1 ikhsanefendi67@gmail.com 2 dwi.puspitasari@polinema.ac.id 3 Irsyad.Arif.polinema.ac.id Abstrak — Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi namun budidaya harus dilakukan dengan menggunakan kualitas air yang baik. Untuk mendapatkan kualitas air yang baik, maka diperlukan pemantauan air secara berkala. Kriteria yang terdapat pada kualitas air yang baik adalah keasaman pH, kekeruhan, dan ketinggian air. Sistem monitoring air merupakan sistem yang menerapkan konsep Internet of Things (IOT). Internet of Things merupakan sebuah komunikasi antar perangkat dengan konsep yang bertujuan untuk memperluas sebuah konektivitas internet yang terhubung secara terus– menerus. Sistem monitoring air yang dibangun ini melakukan pemantauan kualitas air berdasarkan kriteria pH, kekeruhan, dan ketinggian air menggunakan Nodemcu dan Arduino uno. Selain itu sistem ini dapat melakukan pengisian dan pengurasan air secara otomatis berdasarkan keputusan yang dihasilkan oleh metode Fuzzy Tsukamoto. Metode Fuzzy Tsukamoto merupakan metode yang digunakan untuk mengubah nilai sensor pH, kekeruhan dan ketinggian air yang bersifat bukan biner maupun non linier menjadi nilai linguistik dan bertujuan sebagai pengambil keputusan untuk memberikan perintah menambahkan air atau mengganti air pada sistem monitoring air yang dibangun ini. Kata kunci—Internet of Thing , Sistem Monitoring Air, Fuzzy Tsukamoto.) I. PENDAHULUAN Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi[1] namun budidaya harus dilakukan dengan air yang bersih. Sistem Monitoring Air merupakan perangkat lunak yang memantau dan mengontrol kualitas air secara otomatis menggunakan konsep Internet of Things (IOT). Kualitas air pada aquarium ikan koi dinilai dari kriteria keasaman pH [2], kekeruhan air, serta pencahayaan yang baik bagi ikan koi [3]. Pemantauan kualitas air dilakukan secara manual. Kualitas air yang buruk sangat mempengaruhi kehidupan dan mengurangi nutrisi bagi ikan koi [4]. Automasi air merupakan proses tindakan otomatis pengisian dan pengurasan air aquarium dan dikontrol menggungakan Sistem Monitoring Air. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah pemilik aquarium dalam pemantauan dan pengotrolan air dalam aquarium. Sensor dikelola menggunakan board arduino dan dikirimkan melalui NodeMCU kepada Sistem Monitoring. Sistem monitoring mengelola data dan melakukan analisa berdasarkan metode fuzzy tsukamoto dan dikirimkan kembali ke board arduino sebagai feedback dan melakukan proses automasi berdasarkan feedback yang diberikan dan memberikan sebuah notifikasi email. Sistem Informasi mengelola seluruh data sensor dan menampilkannya secara real – time dan dalam rentan waktu 2 jam (default) dalam bentuk grafik dengan tujuan mempermudah pengguna dalam melakukan pemantauan kualitas air dan memberikan sebuah keputusan menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Metode fuzzy Tsukamoto digunakan karena metode ini sangatlah cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang bersifat kualitatif dan memberikan keputusan tegas. Selain itu peneliti juga membangun satu halaman yang digunakan untuk mengkonfigurasi kinerja sistem yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam merubah waktu kerja yang harus dilakukan sistem II. STUDI LITERATUR Terdapat beberapa penelitian yang dijadikan rujukan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : Menurut Adlan (2019) bahwa teknologi iot dapat melakukan pemantauan kadar pH pada Akuaponik. Penelitian dilakukan dengan cara mengambil data menggunakan arduino uno sebagai pusat deteksi pada sensor, dan mengirimkan melalui modul ethernet shield kepada sistem dan menganalisa kadar pH yang menghasilkan sebuah keputusan. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem dapat melakukan monitoring air terhadap dengan pH dan memberikan keputusan untuk menambah dan mengurangi air secara manual berdasarkan kategori pH [5]. Penelitian lain yang dilakukan Muchammad Cholilulloh et all tahun 2018 yang berjudul “Implementasi Metode Fuzzy Pada Kualitas Air Kolam Bibit Lele Berdasarkan Suhu dan Kekeruhan” menghasilkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode fuzzy sistem dapat mengambil keputusan otomatis untuk menyalakan pompa air dan mengatur kecepatan memompa air. Penelitian ini dilakukan menggunakan mikrokontroller arduino uno sebagai kontrol sensor pusat dan bluetooth sebagai perangkat yang langsung dihubungkan dengan perangkat android. Namun belum adanya sebuah penyimpanan sistem membuat aplikasi tidak dapat memberikan informasi dalam waktu tertentu[6].