1 Karakteristik Struktur Ekologi Bentanglahan untuk Kesesuaian Habitat Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) di Kabupaten Temanggung Faisal Ardian faisal.ardian@mail.ugm.ac.id Eko Haryono e.haryono@ugm.ac.id Abstract Main purpose of this research is characterize structures of landscape ecology and analyze habitat suitability of Javan slow loris in Temanggung Regency. This research uses Landsat 8 landscape imagery for mapping structure of landscape ecology and habitat suitability parameters. Assessment of Javan slow loris habitat then can be done by looking for match between land unit map and habitat suitability class. Javan slow loris uses forest matrix as its habitat, where they seek for protection and forage. Javan slow loris uses branch corridors between trees to move from one place to another. Categories for Javan slow loris’ habitat suitability are 261,202 km 2 (30,06%) for highly suitable, 189,445 km 2 (21,8 %) for moderately suitable, and 418,189 km 2 (48,13 %) for not suitable. The highly suitable location for Javan slow loris’ habitat are Gemawang, Kandangan, Bejen, Pringsurat and Kranggan Districts. The highly suitable landform for Javan slow loris’ habitat are lava and volcanic mudflow, volcanic cones, and denudasional hills. Keyword: Structure of landscape ecology, Landscape ecology, Habitat Suitability, Javan slow loris, Temanggung Regency. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi struktur ekologi bentanglahan dan menganalisis kesesuaiannya sebagai habitat Kukang Jawa di Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan penginderaan jauh citra Landsat 8 untuk pembuatan peta struktur ekologi bentanglahan dan parameter kesesuaian habitat. Kesesuaian habitat Kukang Jawa dilakukan dengan mencocokkan satuan peta lahan dengan kelas kesesuaian habitat. Kukang Jawa menggunakan matriks hutan untuk menjadi habitat, meliputi kegiatan berlindung dan mencari makan. Kukang Jawa menggunakan koridor cabang antarpohon untuk berpindah tempat. Luas kesesuaian habitat Kukang Jawa adalah 261,202 km 2 (30,06%) sangat sesuai, 189,445 km 2 (21,8 %) cukup sesuai, dan 418,189 km 2 (48,13 %) tidak sesuai. Lokasi yang sangat sesuai untuk habitat Kukang Jawa diantaranya adalah Kecamatan Gemawang, Kandangan, Bejen, Pringsurat, dan Kranggan. Bentuklahan yang sangat sesuai sebagai habitat Kukang Jawa adalah aliran lava dan lahar, kerucut gunungapi, dan perbukitan denudasional. Kata Kunci: Struktur ekologi bentanglahan, Ekologi bentanglahan, Kesesuaian habitat, Kukang Jawa, Kabupaten Temanggung