ISSN. 2621-9832 JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) http://journal.ipts.ac.id/index.php/MathEdu Vol. 4 No. 2 Juli 2021 236 ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Oleh : Muhammad Rizal Usman 1) , Sri Satriani 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) Kelas IX A SMP Negeri 13 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan memberikan tes soal esai pada siswa kelas IX A yang kemudian dari hasil tersebut 3 subjek penelitian berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis kemampuan komunikasi matematis yang memuat 3 butir soal dengan materi lingkaran tipe HOTS dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kemampuan komunikasi siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu pada ketiga subjek menunjukkan hasil yang berbeda-beda setiap subjek. Subjek S1 memiliki kemampuan komunikasi matematis yang paling tinggi secara tertulis dan lisan dengan mendapatkan 42 skor berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan. Kemudian, subjek S2 mendapatkan 38 skor dan subjek S3 memiliki kemampuan komunikasi matematis yang paling rendah diantara ketiga subjek yang ada yaitu mendapatkan 34 skor. Berdasarkan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ketiga subjek yaitu S1, S2, dan S3 memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik dalam menyelesaikan HOTS. Kata kunci—Analisis, Higher Order Thinking Skill (HOTS), Kemampuan Komunikasi Matematis Abstract This study aims to determine students' mathematical communication skills in solving Higher Order Thinking Skill (HOTS) questions for Class IX A SMP Negeri 13 Makassar. This type of research is descriptive research using a qualitative approach. Taking the research subjects was done by giving essay tests to class IX A students which then from these results 3 research subjects based on predetermined categories. The instrument used is a written test of mathematical communication skills that contains 3 questions with HOTS type circle material and interview guidelines. The results of the research on students' communication skills in solving HOTS questions, namely on the three subjects, showed different results for each subject. S1 subjects have the highest mathematical communication skills in writing and orally by getting 42 scores based on the results of the analysis that has been done. Then, the S2 subject got 38 scores and the S3 subject had the lowest mathematical communication ability among the three existing subjects, namely getting 34 scores. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the three subjects, namely S1, S2, and S3 have good mathematical communication skills in solving HOTS. Keywords— Analysis, Higher Order Thinking Skill (HOTS), Mathematical Communication Skill 1. PENDAHULUAN Matematika merupakan suatu cabang ilmu sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa. Matematika merupakan salah satu ilmu dasar, ilmu pengetahuan tentang penalaran logika yang berhubungan dengan bilangan dan bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan kekurangan, sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir (Wahyuni, 2019:73). Matematika memiliki bahasa tersendiri yang biasa disebut bahasa matematis. Adanya kemampuan komunikasi matematis, maka siswa mampu menyampaikan ide, gagasan dan simbol dalam bentuk matematika baik secara tertulis maupun lisan. Kemampuan komunikasi matematis siswa adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan dan menerima gagasan secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, gambar, grafik, aljabar dan simbol matematika (Rachmayani, 2014: 16). Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah yang telah pemerintah tetapkan. Peraturan pemerintah tentang Kurikulum 2013 yang telah ditetapkan oleh pemerintah RI melalui Permendiknas Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses, tampak jelas bahwa pada siswa diharapkan mampu aktif untuk belajar dan menggali informasi sendiri sehingga mampu untuk mengembangkan pikiran