E-ISSN : 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 05, No. 01, Maret 2021, pp. 274-285 274 Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Online Inquiry dan Problem Based Learning Ditinjau dari Kemampuan Awal Febby Ayuni Esya Putri 1 , Syaiful 2 , Jodion Siburian 3 1, 2,3 Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Pascasarjana, Universitas Jambi Jl. Raden Mattaher No.16-Jambi, Kota Jambi, Indonesia holla.febby@gmail.com Abstract Researchers want to see whether there was an effect of online inquiry, PBL and students' initial ability in their critical thinking, then to see the interaction between the application of online inquiry learning, PBL, and students' initial ability to their critical thinking skills. This study used a quasi experimental’s nonequivalent control group design, conducted in 8 th classes of SMP Negeri 7 Jambi City using 3 classes, 2 experimental classes and 1 control class selected by the cluster random sampling method. From 32 students in each class. 27% of students with high initial abilities (± 8 students) were selected, 27% of students with low initial abilities (± 8 students), and the rest of them with moderate initial abilities (± 16 students). Hypotheses were tested with two way’s ANOVA, showing that there was an effect of online inquiry and PBL and students' initial ability in their critical thinking, but there was no interaction between the application of online inquiry learning and PBL and students' initial ability in their critical thinking skills. This is due to other factors such as some students who do not turn on video mode on Zoom, so the teacher cannot monitor what these students do during learning. Keywords: Student’s Critical Thinking, Online Inquiry Learning, Online PBL, Students’ Initial Ability Abstrak Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pembelajaran online inquiry dan PBL serta kemampun awal siswa terhadap kemampuan berpikir kritisnya, dan untuk melihat interaksi antara penerapan pembelajaran online inquiry dan PBL serta kemampuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental nonequivalent control group design, dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Jambi dengan menggunakan 3 kelas, yakni 2 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol yang dipilih dengan metode cluster random sampling, yakni dari 32 siswa pada masing-masing kelas, dipilih 27% siswa berkemampuan awal tinggi (± 8 siswa), 27% siswa berkemampuan awal rendah (± 8 siswa), dan sisanya berkemampuan awal sedang (± 16 siswa). Hasil penelitian diuji dengan ANOVA dua arah, menunjukkan terdapat pengaruh pembelajaran online inquiry dan PBL serta kemampun awal siswa terhadap kemampuan berpikir kritisnya (Nilai signifikansi < 0.05), namun tidak terdapat interaksi antara penerapan pembelajaran online inquiry dan PBL serta kemampuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (Nilai signifikansi > 0.05). Hal ini dikarenakan faktor lain seperti beberapa siswa yang tidak menghidupkan mode video pada Zoom, sehingga guru tidak bisa memantau apa yang siswa tersebut lakukan selama pembelajaran. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran Online Inquiry, PBL, Kemampuan Awal Siswa Copyright (c) 2021 Febby Ayuni Esya Putri, Syaiful, Jodion Siburian Corresponding author: Febby Ayuni Esya Putri Email Address: holla.febby@gmail.com (Jl. Raden Mattaher No.16-Jambi, Kota Jambi, Indonesia) Received 07 Januari 2021, Accepted 04 Februari 2021, Published 02 Maret 2021 PENDAHULUAN Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh seseorang di abad 21 ini (Crimbricz, Stoll, & Wilkens, 2015; Trilling & Fadel, 2009). Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi suatu masalah, dimana seseorang harus dapat menjelaskan keterkaitan permasalahan dengan konsep matematika, menginterpretasi permasalahan ke dalam konsep matematika, menganalisis masalah, menyimpulkan penyelesaian, mengevaluasi serta self regulation (Facione, 2011; Seventika, Sukestiyarno, & Mariani, 2018). Indikator seseorang sudah