Efek Penghambatan Bunga Rosella Merah ... (Dyah Widowati dan Dwi Sarbini) 29 EFEK PENGHAMBATAN BUNGA ROSELLA MERAH ( Hibiscus sabdariffa Linn) SEBAGAI ANTI ATEROSKLEROSI S TERHADAP AKTI FASI NF- κβ PADA KULTUR SEL ENDOTHEL YANG DI PAPAR LOW DENSI TY LI POPROTEI N TEROKSI DASI Dyah Widowati dan Dwi Sarbini Jurusan Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A.Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Surakarta 57102 Telp. (0271) 717417, Fax. (0271) 715448 ABSTRAK P enyakit atherosclerosis telah menjadi ancaman global akhir-akhir ini. Dengan memperhatikan patomekanisme artherosclerosis, Ox-LDL adalah salah satu sumber utama proses aterogenesis melalui pembentukan ROS yang antara lain akan mengaktivasikan NF- κβ dan menyebabkan terjadinya inflamasi dalam penyakit atherosclerosis, Rosella (Hibisdus sabdariffa Linn) dianggap mempunyai pengaruh pada jalur ini, namun masih perlu dibuktikan bersama- sama dengan dosisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan bahwa Rosella adalah suatu tumbuhan tropis yang mengandung antioksidan, yaitu senyawa polifenol (asam protocatechuic dan antocyanin) dan asam askorbat secara in vitro dan in vivo, dan ditemukan secara luas di Indonesia. Mekanisme kerja bunag merah ini terhadap penghambatan aterogenesis sebagian besar telah belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah ekstrak bunga Rosella merah menghambat aktivasi NF- κβ yang memediasi terjadinya inflamasi pada atehrosclerosiby dengan menggunakan HUVEC yang diberi perlakuan dengan Ox-LDL. Sel endhotelial yang dikulturkan (HUVECs) digunakan utnuk model sel-sel endothelial. Pada 5 kelompok yang diberi perlakuan, yaitu kelompok kultur HUVECs tanpa penyajian Ox-LDL sebagai control negative; kelompok dengan penyajian Ox-LDL 40 ug/ml (dosis menurut riset eksploratori) sebagai kelompok positif; kelompok-kelompok yang diberi ekstrak bunga Rosella dengan berbagai macam dosis (0,001 mg/ml, 0,005 mg/ml dan 0,01 mg/ml) kemudian Ox-LDL diberikan. 40 ug/ml Ox- LDL diperlakukan pada HUVECs untuk menstimulasi respon-respon sel endoteloal yang meniru kondisi dyslipidemia. Bunga Rosella merak dalam berbagai macam dosis, dan suatu pembawa untuk control, diberikan 2 jam sebelum perlakuan dengan Ox-LDL. Aktivasi NF- κβ diukur dengan immunohistochemistry. Perlakuan bunga Rosella merak pada HUVECs yang diberi perlakuan dengan Ox-LDL, dalam dosis yang memadai, dapat menghasilkan pencegahan aktivasi NF- κβ dalam merespon terhadap perlakuan Ox-LDL, adalah dosis 0,001 mg/ml, 0,005 mg/ml dan 0,01 mg/ml. Menurut korelasi Spearman (p=0,01, koefisien korelasi=-1), ada korelasi negative antara aktivasi NF- κβ dalam kelompok control positif dengan kelompok-kelompok yang diberi ekstrak the Rosella merah dalam berbagai macam dosis. Penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk pencegahan dan pengobatan perkembangan penyakit artherosclerosis di masa depan, khususnya penghambatan aktivasi NF- κβ . Bunga Rosella merah kering 0,001 mg/ml atau kelopak kering 0,048 gram dapat digunakan untuk konsumsi diet. Kata Kunci: Atherosclerosis, LDL yang dioksidasi, bunga Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn), aktivasi NF- κβ