123 DISTRIBUSI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN LAUT CINA SELATAN (Distribution of Demersal Fishes of South China Sea Waters) Moh. Rasyid Ridho 1 , Richardus F. Kaswadji 2 , Indra Jaya 2 dan Subhat Nurhakim 3 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara distribusi sumberdaya ikan demersal dengan kedalaman perairan dan faktor-faktor lingkungan perairan Laut Cina Selatan. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 10 September - 5 Oktober 2001 dengan kedalaman 13-72 meter. Hasil penelitian ini menunjuk- kan bahwa distribusi sumberdaya ikan demersal tergantung dari salinitas, kedalaman dan suhu perairan. Pe- ngaruh faktor salinitas lebih besar dari faktor kedalaman dan suhu perairan. Distribusi Alepes kalla, Selaroi- des leptolepis, Scutor ruconeus, Leiognathus leusiscus, Pomadasys maculatus, Pomadasys argyreus, Pampus argenteus, Upeneus tragula dan Nemipterus mesoprion pada perairan dangkal dengan salinitas yang rendah serta suhu yang tinggi. Sebaliknya Nemipterus marginatus, Nemipterus peronii, Nemipterus tambuloides, Priacanthus macracanthus dan Upeneus bensasi pada perairan yang lebih dalam, salinitas yang tinggi dan pada suhu yang rendah. Distribusi Atropus atropus, Gazza minuta, Leiognatus equulus dan Scomberomorus commerson pada perairan dengan kecerahan yang tinggi. Scolopsis taeniopterus, Saurida undosquamis dan Priacanthus tayenus memiliki toleransi yang luas terhadap faktor lingkungan. Kata kunci: distribusi, ikan demersal, perairan Laut Cina Selatan. ABSTRACT The objective of this research is to study the relation of distribution of the demersal fish resources as a function of water depth and environmental factors in South China Sea waters. This research was conducted from 10 September 2001 until 5 October 2001 in 13 to 72 meters water depths. The result of this research showed that the distribution of the demersal fish resources dependent on salinity, depth and temperature of waters. The salinity factor was greater than depth and temperature factors. Alepes kalla, Selaroides leptolepis, Scutor ruconeus, Leiognathus leusiscus, Pomadasys maculatus, Pomadasys argyreus, Pampus ar- genteus, Upeneus tragula and Nemipterus mesoprion distributed in the shallow and the low salinity and the high temperature waters. On the other hand, Nemipterus marginatus, Nemipterus peronii, Nemipterus tambu- loides, Priacanthus macracanthus and Upeneus bensasi distributed in the deeper, high salinity and low tem- perature waters. Atropus atropus, Gazza minuta, Leiognathus equulus and Scomberomorus commerson dis- tributed in the waters with high transparency. Scolopsis taeniopterus, Saurida undosquamis and Priacanthus tayenus are high tolerance to environmental facrors. Keywords: distribution, demersal fishes, South China Sea waters. PENDAHULUAN Informasi mengenai distribusi sumberda- ya ikan demersal sangat penting diketahui seba- gai bahan masukan guna keberhasilan pengelo- laan potensi sumberdaya perikanan tersebut (Wa- silun dan Badrudin, 1991; Blaber et al, 1994). Salah satu perairan di Indonesia yang potensial untuk pengelolaan sumberdaya tersebut adalah perairan Laut Cina selatan. Perairan Laut Cina Selatan merupakan bagian daerah paparan sun- da yang dangkal. Berdasarkan kepadatan bio- massa ikannya perairan tersebut diperkirakan menduduki rangking pertama yaitu 2.35 ton/km 2 (Widodo et al, 1998). Untuk mengetahui sumberdaya ikan pada suatu perairan tidak dapat terlepas dari faktor lingkungan perairan itu sendiri sebagai ekosis- tem dengan komponen-komponennya (Effen- die, 1997). Hasil penelitian mengenai sumber- daya ikan di perairan Laut Cina Selatan menun- jukkan adanya pengelompokan jenis ikan ter- tentu. Pengelompokan tersebut diduga erat hu- bungannya dengan variasi faktor lingkungan per- airan tersebut (Wasilun dan Badrudin, 1991). 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Palembang. 2 Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 3 Pusat Riset Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Per- ikanan, Republik Indonesia.