Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 20 No. 01 Tahun 2021 Halaman 1-16 e-ISSN: 2656-5277 | p-ISSN: 1829-5827 1 Budaya Politik Warga Nahdlatul Ulama Kota Bandar Lampung: Belajar dari Pencalonan Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Umum 2019 Political Culture of Nahdlatul Ulama Citizens of Bandar Lampung: Learning from Ma'ruf Amin's Candidacy in the 2019 General Election Ahmad Robi Ulzikri 1 , Robi Cahyadi Kurniawan 2 , Himawan Indrajat 3 1 Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Lampung, Lampung, Indonesia 2,3 Jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Lampung, Lampung Indonesia Email: Ahmad.robiulzikri@gmail.com, robicahyadi9@gmail.com, Diterima: 19 November 2020 Direvisi: 13 Juni 2021 Disetujui: 28 Juni 2021 DOI: 10.35967/njip.v20i1.108 Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterlibatan pimpinan tertinggi (rais aam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma’ruf Amin yang ditunjuk sebagai calon wakil presiden mendampingi petahana Joko Widodo dalam pemilihan umum tahun 2019. Permasalahan penelitian muncul ketika publik meragukan soliditas antara elemen struktural NU dan elemen kultural NU (kiai kampung dan pondok pesantren) termasuk di Bandar Lampung. Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana budaya politik warga NU kota Bandar Lampung dari kalangan pengurus struktural dan kalangan pondok pesantren dalam momentum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori budaya politik Gabriel Almond dan Sidney Verba. Metode penelitian kombinasi dengan model concurrent embedded digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebuah metode penelitian dengan menggabungkan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif di mana data kualitatif lebih dominan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, tipe budaya politik warga struktural NU adalah budaya politik partisipan, karena memiliki kognisi, afeksi, dan evaluasi terhadap seluruh aspek yang meliputi sistem sebagai objek umum, objek-objek input dan output, serta pribadi sebagai objek dalam sistem dalam konteks Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Hasil kedua, warga kultural NU dari kalangan kiai dan santri pondok pesantren memiliki transisi tipe budaya subjek ke partisipan, hal itu karena, kelompok ini memiliki penilaian yang baik pada objek-objek input, akan tetapi masih memiliki kekurangan dalam partisipasi individu. Sejumlah faktor yang mempengaruhi budaya politik keduanya meliputi tingkat pendidikan, ketokohan, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman keduanya dalam bertindak. Hasil penelitian dengan pendekatan budaya politik dapat disimpulkan bahwa elemen NU struktural dan NU kultural di Bandar Lampung memiliki soliditas dalam memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019. Kata Kunci: Preferensi, Orientasi, Budaya Politik, Nahdlatul Ulama Abstract: This research is motivated by the involvement of the highest leadership (rais aam) of the Nahdlatul Ulama (PBNU) Executive Board Ma'ruf Amin who was appointed as a vice presidential candidate to accompany the incumbent Joko Widodo in the 2019 general election. Research problems arise when the public doubts the solidity between structural elements. NU and NU cultural elements (village kiai and Islamic boarding schools), including in Bandar Lampung. So, the purpose of this research is to find out how the political culture of the NU residents of Bandar Lampung city from the structural and Islamic boarding schools in the momentum of the Presidential and Vice Presidential Election in 2019. This research is analyzed using the political culture theory of Gabriel Almond and Sidney Verba. The combined research method with the model is concurrent embedded used in this study, which is a research method that combines qualitative and quantitative approaches where qualitative data is more dominant. The results of this study indicate that: first, the type of structural citizen political culture of NU is participant political culture, because it has cognition, affection, and evaluation of all aspects including the system as a general object, objects of input and output, and the person as an object in the system. in the context of the Presidential and Vice-Presidential Election in 2019. The second result, NU cultural residents from the kiai and Islamic boarding school students have a cultural type of transition from subject to participant, this is because this group has a good assessment of input objects,