Perkembangan Hukum Islam Pasca Periode Taqlid (Kemapanan Mazhab) Muhammad Husni Abdulah Pakarti 1 Iffah Fathiah 2 Fakultas Syari’ah Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jl. Cimencrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung Email : muhammadhusniabdulahp@gmail.com | Iffahfathiah@gmail.com Abstract Change is a necessity, which must be addressed by Islamic law in responding to the challenges of the times. Islamic law experiences stagnation and declines after the taklid period. However, that period was lost after Muslims sought a solution so as not to be left behind from the increasingly advanced west, while Islam was the opposite. The revolution of Islamic thought was present during the progress of Islam after blind taklid, pioneered by Islamic thinkers of his time, such as Abdul, Sheikh Muhammad As-Sirhindi, Sayyid Ahmad Shahid, Muhammad Abdul Wahab and so on, who made Islamic law and Islamic thought advanced. return. In this article the focus is on discussing post-taqlid Islamic law. Key Words: History of Islamic Legal Thought, Period. Abstrak Perubahan adalah sebuah keniscayaan, yang harus disikapi oleh hukum Islam dalam menjawab tangtangan zaman. Hukum islam mengalami kejumudan dan menduruan setelah peridoe taklid. Akan tetapi periode itu pun hilang setelah umat islam mencari solusi agar tidak tertinggal dari barat yang semakin maju sedangkan islam sebaliknya. Revolusi pemikiran islam hadir pada masa kemajuan islam pasca taklid buta, dengan dipelopori tokoh-tokoh pemikir islam pada masanya, seperti abdul, Syeikh Muhammad As-Sirhindi, Sayyid Ahmad Syahid, Muhammad Abdul Wahab dan lain sebagainya, yang membuat hukum islam dan pemikiran islam maju kembali. Dalam artikel ini fokus membahas hukum islam pasca taklid. Kata Kunci: Pemikiran, hukum Islam, periodesasi Pendahuluan Hukum Islam dalam perkembangannya mengalami kemajuan serta kelesuan. Setelah berabad-abad lesu, pemikiran islam bangkit kembali. Ini terjadi pada bagian kedua abad ke-19. Kebangkitan kembali pemikiran Islam tersebut timbul sebagai reaksi terhadap sikap taqlid yang telah membawa kemunduran hukum Islam. Muncullah gerakan-gerakan baru di antara gerakan-gerakan para ahli hukum yang menyarankan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Gerakan ini dalam dalam kepustakaan disebut gerakan salaf (salafiyah) yang ingin kembali pada kemurnian agama islam di zaman salaf (permulaan), generasi awal dahulu. Sebagai reaksi terhadap sikap taqlid diatas, sesungguhnya pada periode kemunduran itu sendiri telah muncul beberapa ahli yang ingin tetap melakukan ijtihad. 3 1 Mahasiswa Pasca Akhwalussakyhsiyyah, UIN SGD Bandung. 2 Mahasiswa Pasca Akhwalussakyhsiyyah, UIN SGD Bandung. 3 Mohammad Daud Ali, Hukum Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990) hlm 197.