Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) 941 PENERAPAN TEKNIK TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DAN TEKNIK MKE (MENANDAI KESALAHAN EJAAN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT PRIBADI KELAS IVa SDN TEGALKALONG II KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG Erni Epriyanti 1 , Prana Dwija Iswara 2 , Yedi Kurniadi 3 1,2,3 Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abdurachman No. 211 Sumedang 1 Email: erniepriyanti@gmail.com 2 Email: iswara@upi.edu 3 Email: yedikurniadi@yahoo.com Abstrak Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di kelas IVa SDN Tegalkalong II pada pembelajaran keterampilan menulis surat pribadi, didapatkan suatu fakta bahwa hasil belajar siswa masih sangat rendah. Hal tersebut disebabkan guru tidak menggunakan teknik pembelajaran yang variatif. Atas dasar permasalahan tersebut, maka diterapkan teknik TSTS (Two Stay Two Stray) dan teknik MKE (Menandai Kesalahan Ejaan). Tujuannya yaitu untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mengikuti desain penelitian Kemmis dan Mc. Tagart. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi perencanaan dan pelaksanaan kinerja guru, aktivitas siswa, wawancara guru dan siswa, serta catatan lapangan. Validasi data melalui triangulasi, member check, expert opinion, dan audit trail. Penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan teknik TSTS dan teknik MKE dapat meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan kinerja guru hingga mencapai 100%, aktivitas siswa mencapai 88,5%, dan hasil belajar siswa hingga mencapai 88,5%. Kata kunci: teknik two stay two stray, teknik menandai kesalahan ejaan, keterampilan menulis surat pribadi. PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang wajib dipelajari oleh semua siswa. Ada empat keterampilan dalam pembelajaran bahasa indonesia, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Empat keterampilan tersebut wajib dikuasi oleh semua siswa, karena empat keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk siswa menjalankan kehidupan sehari-hari menjadi lebih komunikatif. Menulis merupakan proses menuangkan ide yang ada dalam pikiran seseorang ke dalam bentuk tulisan. Menurut Djuanda (2008, hlm. 180) “menulis atau mengarang adalah suatu proses dan aktifitas melahirkan gagasan, pikiran,