ISSN:2089 – 0133 Indonesian Journal of Applied Physics Vol.2 No.2 halaman 198 Oktober 2012 Identifikasi Panas Bumi di Daerah Ngijo dan Pablengan Karanganyar Menggunakan Metode Audio Magnetotelurik Ardiyanto Satrio, Sorja Koesuma Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta Email : sorja@uns.ac.id Received 05-09-2012, Revised 17-10-2012, Accepted 20-10-2012, Published 29-10-2012 ABSTRACT It has done a research on geothermal prospecting area in Ngijo and Pablengan, Karanganyar district by using Audio Magnetotelluric (AMT) method. AMT is geothermal method to passively measure natural electromagnetic field which is caused by telluric current from the inside of the earth. AMT measurement obtained the depth value data based on rock composition differences. High resistivity rock is presumed as geothermal carrier igneous (hot rock). The data was analyzed into contour map, which can two-dimensionally describe the condition below subsurface. The result showed the presence of geothermal source potential at depth of 120 meter below subsurface in Ngijo, and at 400 meter in Pablengan. Both of the geothermal source is presumed having correlation with Mount Lawu’s magma chamber. Keyword : geothermal, AMT, Ngijo, Pablengan ABSTRAK Telah dilakukan penelitian sumber panas bumi dengan menggunakan Metode Audio Magnetotelurik (AMT) di daerah Ngijo dan Pablengan Karanganyar. Metode Audio Magnetotelurik merupakan metode yang mengukur secara pasif medan elektromagnetik alam yang yang ditimbulkan oleh arus telurik dari dalam bumi. Data yang diperoleh dari pengukuran AMT berupa nilai kedalaman berdasarkan perbedaan resistivitas batuan penyusun.Batuan yang memiliki resistivitas besar diduga sebagai batuan beku pembawa panas bumi (hot rock). Data tersebut diolah menjadi peta kontur untuk menggambarkan kondisi bawah permukaan tanah secara dua dimensi. Daerah Ngijo ditemukan potensi sumber panas bumi pada kedalaman ±120 meter dari permukaan tanah sedangkan di Pablengan potensi panas bumi berada pada kedalaman ± 500 meter dari permukaan tanah. Keduanya diduga terkorelasi dan berhubungan dengan dapur magma Gunung Lawu. Kata kunci : panas bumi, AMT, Ngijo, Pablengan PENDAHULUAN Posisi Indonesia yang terletak di pertemuan dari ketiga lempeng aktif yaitu lempeng Indo- Australia, lempeng Eurasia, lempeng Samudra Pasifik meyebabkan Indonesia kaya akan gunung berapi yang tersebar di bagian barat Pulau Sumatra dan bagian selatan Pulau Jawa. Sistem panas bumi yang ada di Indonesia sebagian besar bersifat hidrotermal dimana akan terjadi perpindahan panas baik secara konduksi maupun secara konveksi. Magma sebagai sumber panas akan menkonduksikan kalor yang dimiliki ke batuan-batuan yang berada di