173
Copyright © 2016, BAWAL WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP (BAWAL)
Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal
e-mail:bawal.puslitbangkan@gmail.com
BAWAL WIDYARISET PERIKANAN TANGKAP
Volume 8 Nomor 3 Desember 2016
p-ISSN: 1907-8226
e-ISSN: 2502-6410
Nomor Akreditasi: 620/AU2/P2MI-LIPI/03/2015
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN UNTUK PERIKANAN DI RAWA PENING JAWA
TENGAH
ASSESSMENT OF WATER QUALITY FOR FISHERIES IN RAWAPENING
CENTRE OF JAVA
Siti Nurul Aida* dan Agus Djoko Utomo
Balai Penelitian Perikanan Perairan Umum, Jl. Beringin No. 8, Mariana, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Teregistrasi I tanggal: 11 Juli 2014; Diterima setelah perbaikan tanggal: 13 Desember 2016;
Disetujui terbit tanggal: 19 Desember 2016
ABSTRAK
Perairan Rawa Pening merupakan tipe perairan yang tergenang dan mempunyai arti penting bagi perikanan.
Masalah utama yang ada di Rawa Pening yaitu pendangkalan karena sedimentasi dan eutrofikasi yang disebabkan
pencemaran air berasal dari limbah rumah tangga, pertanian dan budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan dan kualitas air di Rawa Pening. Penelitian dilakukan pada bulan
Mei, Juni, Agustus dan Oktober 2013. Frekuensi pengambilan contoh dilakukan empat kali yaitu pada bulan
Mei, Juni, Agustus dan Oktober. Stasiun pengamatan meliputi: A. Tengah (Puteran); B. Muara sungai (Torong);
C. Area KJA; D. Pemotongan eceng Gondok (tengah 1); E. Sungai keluar (Tuntang); F. Muara sungai (Muncul);
G. Tidak ada pemotongan eceng gondok (tengah 2). Data tingkat kesuburan perairan dianalisis dengan metode
Carlon’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rawa Pening termasuk katagori perairan dengan tingkat kesuburan
tinggi, nilai Thropic State Index (TSI) pada semua stasiun pengamatan berkisar antara 57,22 - 68,06. Kondisi
kualitas air yang kurang baik tersebut akan merugikan perikanan, seperti kejadian kematian ikan masal, lambatnya
pertumbuhan ikan dan penurunan daya dukung perairan.
Kata Kunci: Kualitas air; tingkat kesuburan; Rawa Pening
ABSTRCT
The Rawa Pening waters is a lentic water and has significance for fishery. The main problems in Rawa
Pening are silting due to sedimentation and eutrophication due to water pollution from household waste,
agriculture and fisheries. The study aims to examine trophic level and water quality. The research conducted on
May, June, August and October 2013. There was 7 stations i.e. A. middle (Puteran); B. inlet of Torong; C.
Location of aquaculture; D. locations where harvesting of water hyacinth occurred (middle1); E. outlet (Tuntang);
F. inlet (Muncul); G. location where no harvest of water hyacinth (middle 2). Trophic level were analyzed by
Carlon’s method. The results showed that Rawa Pening waters categorized as the high eutrophication level
where the Trophic State Index (TSI) was 57. 22 to 68. 06. The low water quality will be detrimentaled to fisheries,
such as mass fish death, slow fish growth and also a decline of carrying capacity of ecosystem.
Keywords: Water quality; trophic state; Rawa Pening
Korespondensi penulis:
e-mail:idabrppu@yahoo.com
Telp. (0711) 7537194
PENDAHULUAN
Rawa Pening luasnya 2. 020 ha merupakan danau alami
yang dibendung untuk keperluan irigasi dengan 9 sungai
yang bermuara ke Waduk (inlet) dan 1 sungai yang keluar
(outlet) yaitu sungai Tuntang. Beberapa anak sungai yang
masuk ke Rawa Pening antara lain Sub-DAS Galeh, Torong,
Panjang, Legi, Parat, Sraten, Rengas, Kedung Ringin dan
Ringis. Rawa Pening berada di Kabupaten Semarang Jawa
Tengah dibatasi oleh empat kecamatan yaitu Ambarawa,
Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Kawasan ini terletak pada
posisi geografis antara 7
0
04’-7
0
30" LS dan 110
0
24’46"-
110
0
49’06" BT (Dinas Peternakan dan Perikanan Kab.
Semarang, 2007). Rawa Pening memiliki fungsi sebagai
penyangga ekosistem dan menjadi habitat bagi beraneka
ragam mahluk hidup (Reni, 2013 ). Pada saat ini telah
BAWAL. 8 (3) Desember 2016: 173-182