Jurnal Medika Veterinaria Februari 2020, 14 (1):1-13 P-ISSN: 0853-1943; E-ISSN: 2503-1600 10.21157/j.med.vet..v14i1.13394 1 Implementation Assessment of Animal Welfare on Poultry Slaughter House in Kisaran City Asahan District Ridho Akbar Yuandi 1 , Mulyadi Adam 2 , Sri Wahyuni 3 1 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 2 Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 3 Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala * Alamat Korespondensi: ridhoakbar43@gmail.com ABSTRACT This study aimed to assess the concept of animal welfare implementation aspects in poultry slaughterhouse at Bakti Market, Kartini Market, and Diponegoro Market in Kisaran city Asahan District Sumatra Utara Province. This research was conducted using direct observation and interview methods using a structured questionnaire based on animal welfare aspects. There were three aspects assessed in this study, which are transportation aspects, shelter aspects, and slaughter aspects. The results of this study showed that the three aspects of animal welfare in a poultry slaughterhouse in Kisaran City had not been applied positively. Keywords: animal welfare, poultry slaughterhouse, broiler PENDAHULUAN Sejak tahun 2011-2015 perkembangan populasi dan produksi ayam broiler di Indonesia mengalami peningkatan. Setiap tahunnya, pertumbuhan ayam broiler adalah 6,05%, atau sebesar 1,48 juta ton (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2015). Industri perunggasan dapat memicu pertumbuhan pembangunan di sub sektor peternakan. Secara vertikal mulai dari industri hulu sampai hilir usaha peternakan unggas merupakan suatu industri yang sudah terintegrasi (Batlitbangtan, 2006). Salah satu sektor penting dalam usaha perunggasan yang perlu diperhatikan adalah usaha pemotongan ayam (Indrasari, 2014). Usaha pemotongan unggas merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perorangan atau badan hukum yang melaksanakan pemotongan unggas di rumah pemotongan unggas atau tempat pemotongan unggas milik perorangan, pihak lain atau penjual jasa pemotongan unggas (SK Mentan, 1987). Salah satu unggas yang paling banyak dipotong di tempat pemotongan unggas adalah ayam broiler. Tingginya tingkat pemotongan ayam membuat unggas tersebut terpapar dan mengalami cekaman (stres) yang tidak dapat dihindari. Kondisi stres tersebut terjadi selama proses pengangkutan ayam dari kandang menuju tempat pemotongan. Tingkat stres yang tinggi terjadi selama proses pengangkutan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain suhu, kelembaban, dan buruknya ventilasi pada kendaraan pengangkut yang berdampak terhadap banyaknya ayam yang mati. Selain itu, buruknya kondisi kendaraan pengangkut tersebut dapat menyebabkan broiler stres sehingga menurunkan kualitas daging (Olivo dkk., 2001). Pengangkutan yang tidak sesuai dengan kesejahteraan ternak juga dapat menimbulkan stres panas yang berakibat terhadap penurunan bobot badan ayam selama pengangkutan. Kondisi ayam broiler dikategorikan nyaman dapat dilihat dari posisi ayam yang diam atau berbaring, leher