Jurnal PERSPEKTIF Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta Vol. 2 No. 2 Desember 2018 IMPLEMENTASI KOMUNIKASI BISNIS DALAM DRAMATURGI GAY DI JAKARTA Novi Andayani Praptiningsih Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta, Indonesia novi.ap@uhamka.ac.id Abstrak Keberadaan kaum gay di Indonesia sebagai negara berbudaya sulit mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena kiblat budaya yang dianut adalah budaya timur yang sangat memegang teguh nilai-nilai agama, norma, moral, dan adat istiadat. Tidak semua kaum gay berani dan mampu melakukan pengungkapan diri (coming out). Gay coming out dan not fully coming out di Jakarta mempresentasikan diri mereka sebagai upaya menumbuhkan kesan tertentu di depan orang lain melalui dramaturgi panggung depan dan panggung belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk adalah untuk mengetahui proses dan model dramaturgi dalam mempresentasikan diri pada panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) gay coming out dan gay not fully coming out di Jakarta. Metode penelitian menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan subyektif, dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, Focuss Group Disscussion (FGD), dan telaah dokumen. Teknik analisis data mengaplikasikan model interaktif Miles Huber- man. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentasi diri gay Jakarta pada panggung depan (front stage) yang telah sepenuhnya coming out akan melakukan taktik promosi diri bahkan melebih-lebihkan. Namun pada gay yang belum sepenuhnya coming out akan melakukan disclaimer dengan berusaha menyangkal dan menyembun- yikan identitas dirinya sebagai gay. Namun pada panggung belakang (back stage), gay yang telah maupun belum sepenuhnya coming out, sama-sama melakukan strategi promosi diri sebagai teknik presentasi diri mereka dengan cara membuka diri, terutama di komunitas gay. Keterbukaan gay coming out pada keluarga, komunitas, dan masyarakat didahului proses coming in, yaitu penerimaan dirinya sebagai gay. Komunikasi bisnis terjadi saat seorang gay menjalin interaksi dengan gay lainnya, di mana awal pertemuan dimaksudkan untuk pertemanan, berkembang menjadi persahabatan. Selanjutnya dapat menjadi hubungan kekasih maupun hubungan komersial. Hubungan komersial yang didasarkan pada bisnis ini ditandai dengan transaksi uang secara cash maupun transfer, disebut dengan istilah “ngucing”, yang pelakunya disebut “kucing”. Rekomedasi penelitian ini adalah penguatan agama dan hubungan antar anggota keluarga yang humanis, harmonis, serta erat atau akrab menjadi solusi agar generasi bangsa tak terperangkap dalam kilau LGBT. Kata Kunci: Implementasi, Komunikasi Bisnis, Dramaturgi, Gay IMPLEMENTATION OF BUSINESS COMMUNICATION IN GAY DRAMATURGY Abstract The existence of gays in Indonesia as a cultured country is difficult to get support from various parties, because the cultural orientation adopted is eastern culture that strongly upholds religious values, norms, morals, and cus- toms. Not all gays are brave and able to do self-disclosure (coming out). Gay coming out and not fully coming out in Jakarta presents themselves as person's efforts to create specific impressions in front of others through the front and the backstage dramaturgy. The aim of the research was to find out the dramaturgical process and model in presenting themselves on the front stage and the back stage of both gay coming out and gay not fully coming out in Jakarta. The research method uses an interpretive paradigm with a subjective approach, with a type of qual- itative research. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, FGD, and document review. Data analysis techniques apply interactive models of Miles Huberman.The results showed that Jakarta's gay self presentation on the front stage that had been fully coming out would do self-promotion tactics and even exagger- ate. But in gays who are not fully coming out, they will disclaimer by trying to deny and hide their identity as gay. But on the back stage, gays who have been or have not been fully coming out, both carry out a self promo- tion strategy as a technique of presenting themselves by opening themselves, especially in the gay community.